Pertandingan final Liga Champions musim ini akan mempertemukan Paris Saint-Germain melawan Arsenal. Kedua tim dinilai memiliki kekuatan yang setara untuk mengangkat trofi bergengsi tersebut.
Dilansir dari Detik Sport, laga penentuan antara Les Parisiens dan The Gunners dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada 30 Mei mendatang. Keduanya mengantongi catatan performa yang impresif sepanjang kompetisi ini.
Arsenal menonjol dengan status tim yang belum terkalahkan dalam 14 pertandingan. Tim asal London Utara tersebut berhasil mencatatkan 11 kemenangan dan tiga hasil imbang sebelum melangkah ke partai final.
Di sisi lain, Paris Saint-Germain yang diasuh oleh Luis Enrique telah mengalami dua kekalahan. Namun, mereka tetap tampil dominan dengan mengamankan 10 kemenangan dan empat hasil imbang di sisa laga mereka.
Rekor pertemuan PSG melawan klub-klub asal Inggris pada musim ini juga tergolong sangat positif. Mereka mampu meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang dari total enam pertandingan yang dilakoni.
Beberapa klub papan atas seperti Liverpool, Chelsea, dan Tottenham Hotspur tercatat pernah ditaklukkan oleh PSG. Satu-satunya hasil imbang didapat saat mereka berhadapan dengan Newcastle United.
Mantan pemain Chelsea, Chris Sutton, memberikan pandangannya mengenai duel sengit ini. Ia memperkirakan pertandingan akan berlangsung sangat kompetitif bagi kedua belah pihak.
"Menarik melihat bagaimana orang-orang memandang Arsenal dalam beberapa pekan terakhir; orang-orang mengira performa mereka mulai merosot. Namun, mereka adalah tim yang sangat mumpuni. Di sisi lain, PSG juga telah menunjukkan bahwa mereka mampu bertahan dengan baik. Ini adalah final yang menarik," kata Sutton.
Analisis Sutton menunjukkan bahwa tidak ada tim yang benar-benar difavoritkan secara mutlak. Menurutnya, kondisi saat ini membuat peluang kemenangan berada di angka 50-50.
"Saya pikir Arsenal memiliki peluang nyata, ini bisa menjadi pertandingan yang seimbang atau 50-50. Arsenal mampu tampil luar biasa di hari keberuntungan mereka," kata Sutton menambahkan.