Ratusan pendukung Chelsea menggelar aksi protes di Stadion Stamford Bridge sebelum dan selama pertandingan melawan Manchester United pada Minggu (19/4/2026) dini hari. Aksi ini dipicu oleh penurunan performa klub di bawah asuhan pelatih Liam Rosenior setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari tim tamu, sebagaimana dilansir dari Bola.
Gelombang protes dimulai dengan pawai dari pub The Wolfpack Inn menuju stadion yang diikuti oleh lebih dari 500 orang suporter. Massa menyuarakan ketidakpuasan mereka melalui nyanyian dan spanduk yang menuntut kembalinya identitas klub di tengah situasi sulit pada putaran kedua musim ini.
Kekalahan tersebut membuat posisi Chelsea tertahan di luar zona kompetisi Eropa. Saat ini, The Blues tertinggal empat poin dari posisi lima besar klasemen sementara meskipun telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan pesaing terdekat mereka.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengakui bahwa hasil negatif ini mempersulit langkah tim untuk mengamankan tiket Liga Champions. Rosenior menekankan perlunya respon cepat dari para pemain pada pertandingan berikutnya untuk menjaga peluang yang tersisa.
"Ini bukan hal yang tidak mungkin diatasi, tetapi ini memberi kita tantangan besar dan kita harus pergi ke Brighton dengan tekad untuk memenangkan pertandingan itu dan memulai kembali musim kita," kata Rosenior dikutip dari BBC.
Meski berada di bawah tekanan penggemar, pihak manajemen klub dilaporkan masih memberikan kepercayaan penuh kepada sang pelatih. Petinggi klub berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Rosenior hanya setelah musim penuh pertamanya berakhir tahun depan.
Pemilik Chelsea, Behdad Eghbali, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan stabilitas manajerial demi kesuksesan jangka panjang klub. Pernyataan ini disampaikan dalam acara resmi di Los Angeles saat menanggapi spekulasi mengenai masa depan kursi pelatih.
"Saya rasa kami mendukung Liam. Tentu saja, ini bisnis yang berorientasi pada hasil, tetapi kami pikir dia bisa sukses dalam jangka panjang," kata pemilik berpengaruh Chelsea, Behdad Eghbali pada hari Kamis di acara CAA World Congress of Sports di Los Angeles.
Eghbali juga menyentuh aspek komposisi skuad yang dianggap masih memerlukan penyesuaian untuk mencapai konsistensi. Pihak manajemen menyadari adanya ketidakseimbangan yang perlu diperbaiki melalui strategi transfer mendatang.
"Kami menyadari bahwa kami membutuhkan keseimbangan. Anda memodifikasi sebuah model, Anda meningkatkannya, dan Anda belajar dari kesalahan," kata Eghbali.
Narasi mengenai perlunya tambahan pemain berpengalaman menjadi fokus utama manajemen untuk memperkuat fondasi tim yang saat ini didominasi pemain muda.
"Kami memiliki inti yang kuat, tetapi kami perlu menambah pengalaman untuk membawa tim ke level berikutnya dan mencapai konsistensi. Itu tidak luput dari perhatian kami," lanjut Eghbali.