Bintang Mortal Kombat II Promosikan Film di Jakarta Sebelum Rilis

Bintang Mortal Kombat II Promosikan Film di Jakarta Sebelum Rilis
Foto: Ilustrasi Bintang Mortal Kombat II Promosikan Film di Jakarta Sebelum Rilis.

Jakarta terpilih menjadi lokasi pertama rangkaian promosi global film Mortal Kombat II yang digelar dalam sesi konferensi pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu, 3 Mei 2026. Acara ini dihadiri empat pemeran utama guna membahas proses produksi sekuel yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 6 Mei mendatang.

Pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah perdana Mortal Kombat II Global Tour ini mencetak sejarah baru bagi industri film internasional karena mengalahkan lokasi langganan seperti Jepang dan Singapura. Informasi tersebut dilansir dari Suara yang meliput kehadiran Joe Taslim, Ludi Lin, Max Huang, dan Tadanobu Asano.

Pemeran karakter Liu Kang, Ludi Lin, memberikan penegasan mengenai signifikansi aktor asal Indonesia, Joe Taslim, terhadap eksistensi proyek film ini sejak awal pengembangan. Ia menyebut bahwa sutradara Simon McQuoid telah menempatkan Joe sebagai prioritas utama dalam jajaran pemain.

"Sejujurnya, Mortal Kombat tidak akan ada tanpa Joe. Simon (sutradara Simon McQuoid) selalu mengatakan bahwa Joe adalah orang pertama yang dia pilih untuk Mortal Kombat," kata Ludi Lin, aktor pemeran Liu Kang.

Ludi Lin juga menceritakan suasana santai di luar jadwal syuting yang padat, di mana kamar apartemen pemeran Sub-Zero tersebut sering menjadi tempat berkumpul bagi para aktor lainnya untuk beristirahat.

"Begitu Joe mengatakan ya untuk Sub-Zero, dia tahu bahwa Mortal Kombat mungkin untuk dibuat," imbuh Ludi Lin.

Aktor keturunan Tionghoa-Kanada ini menambahkan bahwa Joe kerap menyediakan makanan dan musik untuk menghibur rekan-rekannya selama masa produksi film aksi tersebut.

"Untuk Joe sebagai pribadi, dia sangat santai, dia sangat lucu. Setiap kali kami punya waktu di antara pekerjaan, ruang pesta adalah kamar Joe. Karena selalu ada musik, selalu ada pencahayaan yang bagus, dia bahkan memasak untuk kami," ungkap Ludi Lin.

Menanggapi cerita tersebut, Joe Taslim mengonfirmasi bahwa dirinya memang sering menyajikan hidangan mi instan asal Indonesia kepada para kolega internasionalnya di akhir pekan.

"Saya bawa beberapa mi instan Indonesia yang sangat terkenal. Kami bekerja sangat keras, Senin sampai Jumat, khususnya Max dan Ludi, untuk pertarungan yang kalian lihat itu. Nah, di akhir pekan biasanya work hard, play hard," cerita Joe Taslim, pemeran Bi-Han.

Joe merasa senang karena masakan sederhana tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para aktor Hollywood lainnya.

"Saya memasaknya untuk mereka dan memberikannya kepada mereka. Semua orang seperti, 'Hei, ini seperti bintang dua Michelin'," tambah Joe Taslim.

Selain Joe, aktor Max Huang yang memerankan Kung Lao mengungkapkan keterikatan emosionalnya dengan Indonesia karena memiliki ayah yang berasal dari Kota Medan.

"Saya ingat saya datang ke sini pertama kali saat saya berumur tiga tahun. Ayah saya dari Medan. Jadi saya menganggap diri saya orang Indonesia juga," tutur Max Huang, pemeran Kung Lao.

Max Huang yang memiliki latar belakang atlet wushu menjelaskan dedikasinya dalam mendalami karakter melalui pelatihan intensif bersama biksu Shaolin di Jerman selama satu tahun.

"Dulu saya masih seorang stuntman untuk tim stunt Jackie Chan, dan Ludi adalah salah satu aktor utamanya. Begitulah kami bertemu dalam kondisi yang kejam saat syuting," kenang Max Huang.

Ia berupaya memberikan kedalaman karakter pada sosok Kung Lao melalui ekspresi gerakan bela diri tradisional yang ia pelajari secara khusus untuk sekuel ini.

"Saya mencari seorang biksu Shaolin di Jerman, dan dia membimbing saya, melatih saya selama sekitar satu tahun dalam Kung Fu Shaolin tradisional," ujar Max Huang.

Max Huang menekankan bahwa karakter yang ia mainkan lebih banyak menunjukkan jati diri melalui aksi fisik dibandingkan kata-kata.

"Saya ingin memberikan Kung Lao kedalaman yang lebih ketika datang ke bagaimana dia bergerak, karena dia mengekspresikan dirinya melalui gerakan seni bela diri. Dia tidak banyak bicara, tapi ketika Anda melihatnya bergerak, itulah dirinya yang sebenarnya," urai Max Huang.

Tantangan fisik juga dihadapi Ludi Lin yang harus menambah massa otot sebanyak 15 kilogram dalam enam bulan demi mengimbangi lawan mainnya, Martyn Ford.

"Selama periode enam bulan, saya menambah mungkin 30 hingga 35 pon (sekitar 15 kilogram) otot. Saya baru sadar betapa luar biasa sulitnya itu. Saya makan seperti delapan, sembilan pisang sehari, satu setengah, enam alpukat. Banyak memakan itu membuat saya sering ke kamar mandi," beber Ludi Lin.

Artikel terkait

Rekomendasi