Prediksi mengejutkan datang dari mantan gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, terkait pertandingan puncak Liga Champions musim 2025-2026. Pertemuan antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG) di Budapest dinilai menjadi ujian berat bagi wakil Inggris tersebut.
Dikutip dari Bola, Sneijder menyebut Arsenal memiliki risiko menelan kekalahan dengan skor mencolok saat berhadapan dengan raksasa Perancis. Meskipun skuad asuhan Mikel Arteta tampil impresif setelah mendepak Atletico Madrid, tantangan dari PSG dianggap berada di level yang berbeda.
PSG saat ini berstatus sebagai juara bertahan dan dikenal sebagai salah satu tim dengan daya serang paling mematikan di Eropa. Reputasi Les Parisiens semakin kuat setelah pada final musim lalu mereka berhasil menghancurkan Inter Milan dengan skor telak lima gol tanpa balas.
"Jika saya harus mengatakan siapa yang menurut saya akan menang, saya akan mengatakan PSG," kata Sneijder.
Meski mengunggulkan PSG, peraih treble winner tahun 2010 itu mengakui bahwa pertahanan Meriam London sebenarnya cukup solid. Arsenal memiliki duet bek tengah berkualitas tinggi yang membuat gawang mereka sulit ditembus oleh lawan-lawan sebelumnya.
"Tetapi Arsenal tidak mudah kebobolan. Mereka memiliki pertahanan yang sangat kuat dengan dua bek tengah berkualitas tinggi," tutur Sneijder.
Titik lemah yang disoroti Sneijder justru terletak pada sektor bek sayap. Menurutnya, area tersebut bisa menjadi celah yang dieksploitasi oleh armada Luis Enrique, terutama melalui sisi kiri serangan PSG yang sangat agresif.
"Saya tidak percaya bek sayap adalah pemain terbaik di Liga Champions, dan di situlah PSG memiliki kekuatan, terutama di sisi kiri," ujar dia.
Faktor Krusial Jurrien Timber
Ketersediaan pemain di lini belakang menjadi kunci bagi Arsenal untuk meredam serangan balik cepat PSG yang motori oleh pemain seperti Ousmane Dembele. Sneijder menekankan bahwa kondisi kebugaran Jurrien Timber akan sangat menentukan hasil pertandingan di Budapest nanti.
"Semua orang yang mencintai Arsenal berharap Justin Timbera akan kembali dan pulih untuk final," jelas Sneijder.
Jika Timber tidak bisa bermain, Sneijder meyakini Arsenal akan berada dalam posisi yang sangat sulit. Namun, ia juga mencatat bahwa Arsenal memiliki opsi taktis dengan menarik Declan Rice lebih jauh ke belakang untuk membantu pertahanan ganda.
"Jika tidak, akan sangat sulit bagi mereka. Tetapi Arsenal juga tahu cara bermain bertahan ganda, dengan Declan Rice mundur ke lini pertahanan," kata dia.
Berdasarkan pengalamannya melihat kekalahan mantan klubnya tahun lalu, Sneijder memprediksi dua skenario ekstrem. Laga bisa berakhir dengan kemenangan taktis tipis bagi Arsenal atau justru menjadi pesta gol bagi PSG jika pertahanan wakil Inggris tersebut goyah.
"Saya yakin skornya bisa (5-0). Sebelum pertandingan, saya pikir PSG memiliki keunggulan tetapi Inter dengan pertahanan yang kuat, dan dengan cara mereka bermain dalam serangan balik," tutur Sneijder.
Menghadapi gempuran juara bertahan merupakan tugas yang sangat berat bagi tim manapun. Sneijder menilai sangat sulit bagi Arsenal untuk menjaga gawangnya tetap bersih dari gol saat melawan tim sekelas PSG di partai final.
"Jika Arsenal berhasil dan menang 1-0, maka itu adalah pekerjaan yang hebat. Tetapi saya yakin akan sangat sulit untuk tidak kebobolan melawan PSG," kata Sneijder.
"Jadi, bisa jadi 3-0 atau 4-0 untuk PSG, atau 1-0 untuk Arsenal," kata dia mengenai peluang Arsenal.