Mantan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi The Lilywhites yang saat ini tengah berjuang menghindari ancaman degradasi dari kasta tertinggi Liga Inggris.
Klub asal London Utara tersebut kini tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara dengan perolehan 34 poin sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Posisi ini membuat Tottenham terpaut selisih dua angka dari batas zona aman yang ditempati oleh West Ham United.
Situasi sulit ini terjadi saat kompetisi Liga Inggris hanya menyisakan empat pertandingan lagi bagi setiap tim. Perjuangan untuk bertahan di Premier League menjadi tantangan berat bagi tim yang pernah dilatih Pochettino dalam kurun waktu 2014 hingga 2019 tersebut.
Pochettino mengaku tetap memantau perkembangan mantan tim asuhannya karena merasa memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan klub tersebut selama masa pengabdiannya.
"Ini sangat menyedihkan, saya sangat mencintai Tottenham, klub ini akan menjadi bagian dari hidup saya, bagian penting dari hidup saya sebagai pelatih, dan juga kehidupan pribadi saya," kata Pochettino dalam episode terbaru Stick to Football.
Pelatih asal Argentina ini menyadari betapa beratnya tekanan yang dirasakan oleh internal manajemen maupun para pendukung setia klub saat ini.
"Ini sangat menyedihkan karena saya tahu bagaimana penderitaan orang-orang di sana, baik di dalam klub maupun para penggemar," sambung Pochettino.
Saat ini, Mauricio Pochettino sedang menjabat sebagai pelatih kepala Tim Nasional Amerika Serikat. Selama memimpin skuad tersebut, dia telah melakoni 24 laga dengan rincian 13 kali menang, 2 kali seri, dan 9 kali kalah.