Madridista Galang Petisi Desak Kylian Mbappe Tinggalkan Real Madrid

Madridista Galang Petisi Desak Kylian Mbappe Tinggalkan Real Madrid
Foto: Ilustrasi Madridista Galang Petisi Desak Kylian Mbappe Tinggalkan Real Madrid.

Hampir dua juta pendukung Real Madrid menandatangani petisi daring melalui aplikasi Replit yang mendesak Kylian Mbappe segera meninggalkan klub akibat merosotnya tingkat profesionalisme sang pemain. Aksi protes massal ini mencuat di tengah masa pemulihan cedera sang bintang asal Prancis tersebut.

Gelombang kekecewaan para penggemar, yang dilansir dari Bola, dipicu oleh beredarnya foto-foto Mbappe saat sedang menikmati liburan di atas yacht mewah dan restoran. Publik mengecam aktivitas santai tersebut karena dilakukan saat ia seharusnya berfokus pada agenda pemulihan medis yang ditetapkan klub.

Ketegangan internal juga sempat dilaporkan terjadi antara mantan pemain PSG itu dengan staf kepelatihan saat sesi latihan menjelang pertandingan melawan Real Betis pada akhir April lalu. Situasi ini diperparah dengan kondisi Los Blancos yang terancam mengakhiri musim tanpa gelar mayor.

Real Madrid telah dipastikan tersingkir dari kompetisi Liga Champions dan Copa del Rey. Sementara itu, di kasta tertinggi kompetisi domestik, klub besutan Alvaro Arbeloa ini tertinggal jauh dengan selisih 11 poin dari Barcelona yang kokoh di puncak klasemen sementara Liga Spanyol.

Pihak perwakilan pemain segera memberikan klarifikasi resmi guna meredam situasi panas tersebut. Mereka menegaskan bahwa seluruh proses penyembuhan sang penyerang tetap berjalan sesuai prosedur ketat di bawah pengawasan tim medis klub meski muncul berbagai spekulasi negatif.

"Sebagian kritik tersebut berasal dari interpretasi berlebihan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masa pemulihan yang dikelola secara ketat oleh klub," bunyi pernyataan perwakilan Mbappe kepada AFP.

Pihak manajemen pemain juga membantah tudingan mengenai kurangnya dedikasi sang penyerang di Santiago Bernabeu. Mereka menjamin loyalitas sang pemain tetap berada pada level tertinggi untuk membantu performa tim di lapangan.

"Itu tidak mencerminkan kenyataan tentang komitmen dan kerja keras Kylian setiap hari untuk tim," lanjutnya.

Di sisi lain, pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memberikan tanggapan terkait aktivitas pemainnya di luar jam kerja. Arbeloa menekankan bahwa fokus utamanya adalah kontribusi nyata para pemain saat mengenakan seragam kebesaran klub di setiap pertandingan.

"Setiap pemain melakukan apa yang dianggapnya tepat di waktu luangnya," kata Arbeloa.

Sang pelatih menambahkan bahwa ia tidak ingin mencampuri urusan privasi selama hal tersebut tidak mengganggu prinsip kerja keras dan pengorbanan yang menjadi identitas utama Real Madrid.

"Itu bukan urusanku. Kami tidak membangun Real Madrid dengan pemain yang mengenakan tuksedo," ujar Arbeloa.

Arbeloa menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa nilai klub terletak pada perjuangan fisik para pemain di atas lapangan hijau. Ia menuntut konsistensi tinggi dari seluruh skuad untuk mengarungi sisa kompetisi musim ini.

"Namun, dengan pemain yang menyelesaikan pertandingan dengan kaus mereka berlumuran keringat dan lumpur, berkat usaha, pengorbanan, dan konsistensi mereka," tuturnya menambahkan.

Artikel terkait

Rekomendasi