Penyerang andalan Timnas Indonesia U-19, Dimas Adi Prasetyo, tengah menjadi sorotan berkat performa impresifnya di ajang Piala AFF U-19 2026. Pemain muda ini digadang-gadang memiliki peluang besar untuk menyabet gelar pencetak gol terbanyak atau top scorer dalam turnamen bergengsi tersebut.
Keyakinan ini muncul setelah Dimas menunjukkan ketajamannya yang luar biasa pada pertandingan pembuka saat menghadapi Myanmar U-19. Meski mengawali laga dari bangku cadangan, kehadirannya di lapangan langsung memberikan dampak instan bagi daya gedor skuad Garuda Muda.
Dalam pertandingan perdana Grup A yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Indonesia tersebut, Dimas Adi Prasetyo berhasil membuktikan kualitasnya sebagai mesin gol. Pemain berusia 18 tahun ini hanya membutuhkan waktu singkat untuk mengubah jalannya pertandingan lewat aksi-aksinya yang agresif.
Punggawa muda PSM Makassar U-20 ini sukses mencetak dua gol alias brace ke gawang Myanmar dalam waktu yang sangat efisien. Gol-gol tersebut tercipta pada menit ke-78 dan menit ke-87, yang berarti ia mencatatkan namanya di papan skor dalam durasi kurang dari sepuluh menit.
Keberhasilan mencetak dua gol di laga pembuka menempatkan nama Dimas dalam jajaran atas daftar calon pencetak gol terbanyak di Piala AFF U-19 2026. Namun, perjalanan Dimas untuk meraih sepatu emas dipastikan tidak akan berjalan mudah karena adanya persaingan yang sangat ketat.
Ada beberapa nama pemain dari negara tetangga yang sudah menunjukkan taringnya sejak awal turnamen dan siap menjegal ambisi Dimas. Para pesaing ini datang dari tim-tim kuat yang juga mengincar trofi juara dalam ajang kelompok umur level Asia Tenggara ini.
Hoang Cong Hau: Ancaman Serius dari Vietnam
Pesaing terberat pertama yang harus diwaspadai oleh Dimas Adi Prasetyo adalah Hoang Cong Hau, striker tajam milik Timnas Vietnam U-19. Pemain sayap berusia 18 tahun ini langsung mencuri perhatian publik sepak bola lewat performa luar biasanya di laga perdana.
Hoang Cong Hau berhasil mencetak hattrick atau tiga gol sekaligus saat membantu tim berjuluk The Golden Star tersebut melumat Timor Leste di Grup A. Ketiga gol tersebut lahir dari insting golnya yang tajam, masing-masing dicatatkan pada menit ke-2, 83, serta masa injury time 90+1'.
Berkat torehan tiga gol tersebut, pemain didikan Viettel Youth ini langsung memuncaki daftar top scorer sementara Piala AFF U-19 2026. Sebagai rival abadi Indonesia di kawasan ini, kehadiran Hoang Cong Hau menjadi alarm bagi lini pertahanan tim asuhan Nova Arianto.
Kemampuannya dalam mengeksekusi peluang menjadikannya salah satu sosok paling berbahaya dalam persaingan gelar individu maupun kolektif. Dimas Adi Prasetyo harus mampu mempertahankan konsistensi cetak golnya jika ingin terus menempel ketat perolehan gol striker Vietnam ini.
Pattaratron Buransuk: Andalan Lini Depan Thailand
Selain ancaman dari Vietnam, Timnas Thailand U-19 juga memiliki mesin gol yang tak kalah mematikan dalam diri Pattaratron Buransuk. Winger berbakat ini tampil sangat menonjol ketika timnya berpesta gol ke gawang Brunei Darussalam pada laga pembuka lainnya.
Thailand sukses meraih kemenangan telak sembilan gol tanpa balas, di mana Pattaratron menjadi salah satu aktor utamanya. Pemain asal klub Nongbua FC ini mencatatkan hattrick dalam waktu yang relatif cepat, yakni pada menit ke-24, 26', dan 36'.
Keberhasilan mencetak tiga gol dalam satu babak menunjukkan bahwa Pattaratron memiliki kualitas penyelesaian akhir yang sangat mumpuni. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu kandidat terkuat untuk memperebutkan predikat pemain paling tajam sepanjang turnamen berlangsung.
Meskipun demikian, beberapa pengamat menilai tantangan sesungguhnya bagi Thailand baru akan muncul saat mereka menghadapi tim kuat seperti Malaysia di Grup B. Pertandingan melawan tim besar akan menjadi ujian bagi konsistensi Pattaratron dalam membobol gawang lawan yang lebih solid.
Siwakorn Ponsan dan Persaingan di Grup Lain
Daftar pesaing Dimas Adi Prasetyo tidak berhenti sampai di situ, karena Thailand masih memiliki nama lain yang patut diwaspadai, yaitu Siwakorn Ponsan. Striker ini tercatat sudah mengantongi dua gol saat Thailand berhadapan dengan Timor Leste U-19 dalam rangkaian jadwal mereka.
Siwakorn memiliki profil yang cukup mentereng sebagai pemain muda karena memperkuat klub elite Thailand, BG Pathum United. Di usianya yang masih 18 tahun, ia sudah mencicipi atmosfer kompetisi tingkat tinggi seperti Thai League 1 hingga ajang internasional ACL2.
Pengalaman bertanding di level profesional tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi Siwakorn dalam hal ketenangan di depan gawang. Statusnya sebagai pemain dari klub besar menjadikannya salah satu pemain yang paling diperhatikan oleh pemandu bakat dan pecinta bola.
Selain para pemain dari Grup A dan B, publik juga masih menanti kemunculan calon bintang baru dari persaingan di Grup C. Grup tersebut dihuni oleh tim-tim yang memiliki tradisi sepak bola kuat dan pemain berbakat yang belum menunjukkan taji sepenuhnya.
Berikut adalah rincian profil dan statistik sementara kandidat top scorer Piala AFF U-19 2026:| Nama Pemain | Negara | Klub Asal | Jumlah Gol |
|---|---|---|---|
| Hoang Cong Hau | Vietnam | Viettel Youth | 3 Gol |
| Pattaratron Buransuk | Thailand | Nongbua FC | 3 Gol |
| Dimas Adi Prasetyo | Indonesia | PSM Makassar U-20 | 2 Gol |
| Siwakorn Ponsan | Thailand | BG Pathum United | 2 Gol |
Data di atas menunjukkan betapa ketatnya persaingan di lini depan antar negara-negara Asia Tenggara pada awal turnamen ini. Setiap gol yang tercipta pada laga-laga berikutnya akan sangat menentukan siapa yang berhak membawa pulang trofi sepatu emas.
Persaingan di Grup C yang melibatkan tim kuat seperti Australia juga diprediksi akan menyumbangkan nama baru dalam daftar pencetak gol terbanyak. Negara-negara seperti Kamboja dan Filipina juga memiliki potensi untuk memberikan kejutan melalui penyerang-penyerang muda mereka.
Bagi Dimas Adi Prasetyo, fokus utama tetaplah memberikan kontribusi maksimal bagi kemenangan Timnas Indonesia U-19 di setiap laga. Gelar top scorer tentu akan menjadi bonus yang manis jika ia berhasil membantu tim Garuda Muda melaju sejauh mungkin di turnamen ini.
Pelatih Nova Arianto diharapkan bisa memaksimalkan potensi Dimas dan pemain lainnya dalam strategi tim agar produktivitas gol tetap terjaga. Tantangan sebenarnya sudah di depan mata, terutama saat Indonesia harus berhadapan dengan tim-tim besar di fase gugur nanti.
Dukungan dari suporter tanah air juga menjadi motivasi tambahan bagi para pemain muda ini untuk terus berprestasi di kancah internasional. Piala AFF U-19 2026 bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga panggung pembuktian bagi bakat-bakat muda masa depan sepak bola Indonesia.