Lini Pertahanan Bayern Munich Rapuh Jelang Laga Kontra PSG

Lini Pertahanan Bayern Munich Rapuh Jelang Laga Kontra PSG
Foto: Ilustrasi Lini Pertahanan Bayern Munich Rapuh Jelang Laga Kontra PSG.

Sektor pertahanan Bayern Munich kembali menuai kritik tajam setelah hanya mampu bermain imbang melawan tim papan bawah, Heidenheim. Masalah keroposnya lini belakang Die Roten ini mencuat menyusul catatan kebobolan yang cukup tinggi dalam beberapa pertandingan terakhir.

Dilansir dari Detik Sport, raksasa Bavaria tersebut harus puas dengan skor akhir 3-3 saat menjamu Heidenheim di Allianz Arena pada Sabtu (2/5/2026) malam WIB. Padahal, Bayern Munich sebenarnya sudah mengunci gelar juara Bundesliga musim ini.

Tim tuan rumah sempat tertinggal dua bola lebih dulu di babak pertama melalui aksi Budu Zivzivade dan Eren Dinkci. Memasuki babak kedua, Leon Goretzka sempat membangkitkan harapan lewat sepasang golnya yang menyamakan kedudukan.

Namun, Heidenheim kembali memimpin berkat gol kedua Zivzivade, sebelum akhirnya Michael Olise menyelamatkan muka Bayern lewat gol di detik-detik terakhir laga. Hasil ini menjadi alarm serius bagi anak asuh Vincent Kompany yang akan segera menghadapi laga krusial.

Penampilan lini belakang yang kurang solid ini menjadi beban pikiran menjelang pertemuan hidup-mati melawan Paris Saint-Germain (PSG) di leg kedua semifinal Liga Champions. Bayern diwajibkan meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol agar bisa melaju ke babak final secara langsung.

Statistik menunjukkan performa pertahanan yang sangat mengkhawatirkan karena Bayern telah kemasukan 11 gol hanya dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. Hal ini berarti gawang mereka rata-rata kebobolan 3,6 gol dalam satu pertandingan.

Meskipun lini depan mereka tetap produktif dengan catatan 11 gol dalam periode yang sama, kebocoran di lini belakang tetap menjadi ancaman nyata. Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, memberikan tanggapannya mengenai situasi sulit yang dihadapi timnya saat ini.

"Sekarang pertandingannya sudah selesai, semua pemain fit dan itulah yang kami inginkan untuk pertandingan selanjutnya (melawan PSG)," ujar pelatih asal Belgia itu di Reuters.

Kompany mengakui bahwa intensitas kebobolan timnya memang tergolong sangat tinggi dalam sepekan terakhir. Namun, mantan pemain bertahan Manchester City tersebut lebih memilih untuk menyoroti mentalitas para pemainnya dalam memberikan respons di lapangan.

"Sebagai mantan seorang pemain bertahan aku tahu perasaan yang datang dengan kebobolan banyak gol dalam sepekan. Paris, Mainz, dan Heidenheim, kami memang kebobolan terlalu banyak gol... tapi kami selalu menunjukkan reaksi," imbuh Kompany.

Artikel terkait

Rekomendasi