Persija Jakarta gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang 1-1 oleh PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-29 Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Rabu (22/4/2026). Dilansir dari Bola, hasil ini membuat Macan Kemayoran kesulitan mengejar ketertinggalan poin dari Persib Bandung dan Borneo FC.
Pertandingan tersebut diwarnai dengan dominasi serangan Persija, meski Laskar Mataram berhasil unggul lebih awal melalui gol Ezequiel Vidal saat laga baru berjalan empat menit. Tim Ibu Kota kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-20 lewat eksekusi penalti Allano Lima, namun gagal membalikkan keadaan setelah penalti kedua dari Maxwell Souza pada menit ke-42 tidak membuahkan hasil.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyatakan keheranannya atas hasil tersebut mengingat statistik penguasaan bola dan peluang yang diciptakan timnya jauh melampaui lawan. Pelatih asal Brasil tersebut menyoroti efektivitas penyelesaian akhir para pemainnya yang dinilai tidak optimal di depan gawang.
"Saya lihat di pertandingan tadi, lawan hanya punya tiga peluang ke gawang kita dan mereka bisa cetak satu gol," kata pelatih Mauricio Souza.
Persija tercatat mendominasi jalannya laga dengan rentetan peluang emas yang tercipta sepanjang dua babak pertandingan. Namun, ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol menjadi catatan utama sang pelatih selepas laga berakhir.
"Sementara, kami punya 25 kesempatan untuk mencetak gol lalu ada satu penalti yang gagal," jelas Mauricio Souza.
Kekecewaan tim semakin mendalam karena hasil imbang ini menutup peluang besar untuk meraih kemenangan yang seharusnya bisa mereka amankan. Sang pelatih menegaskan bahwa kegagalan timnya murni disebabkan oleh faktor penyelesaian akhir.
"Harusnya di pertandingan ini kami menang, tapi kami selalu gagal dalam kesempatan mencetak gol," jelas Mauricio Souza.
Pemain Persija Jakarta, Fajar Fathurrahman, memberikan tanggapan serupa terkait hasil yang diraih timnya di Bali. Meskipun mendominasi permainan, eks pemain Borneo FC ini mengakui bahwa dinamika sepak bola terkadang memberikan hasil yang tidak sesuai dengan kendali di lapangan.
"Tentu, ini hasil mengecewakan bagi kami semua, tapi ini sepak bola. Kami coba kontrol permainan dan pemain tetap percaya sampai akhir," tutur Fajar Fathurrahman.
Fajar menekankan bahwa seluruh anggota tim telah berupaya maksimal untuk meraih kemenangan hingga peluit panjang dibunyikan. Baginya, komitmen pemain tetap terjaga meski skor akhir tidak berpihak pada ambisi juara musim ini.
"Apa pun yang terjadi di akhir adalah yang terbaik yang kami lakukan," ungkap Fajar Fathurrahman.