Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memfokuskan program latihan tim pada aspek penyelesaian akhir menjelang laga lanjutan Super League 2025-2026 melawan Persis Solo. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (26/4/2026) sebagaimana dilansir dari Bola.
Persiapan skuat Macan Kemayoran tergolong sangat singkat karena hanya memiliki jeda lima hari dari pertandingan sebelumnya. Laga kontra Laskar Sambernyawa ini menjadi partai ketiga yang harus dilewati Persija dalam kurun waktu hanya 10 hari setelah menghadapi PSBS Biak dan PSIM Yogyakarta.
Mauricio Souza memberikan keterangan mengenai situasi tim yang harus menghadapi jadwal padat di kompetisi musim ini.
"Persiapan kami cukup singkat karena keterbatasan waktu. Seperti yang kalian tahu, kami harus memainkan dua pertandingan dalam waktu kurang dari lima hari," kata pelatih Mauricio Souza.
Meskipun waktu yang tersedia sempit, juru taktik asal Brasil tersebut memastikan bahwa seluruh rencana latihan tetap berjalan sesuai target.
"Namun, sesuai dengan apa yang kami rencanakan, kami berhasil melakukan semua persiapan yang kami inginkan," tutur Mauricio Souza.
Keputusan untuk menitikberatkan latihan pada efisiensi serangan diambil setelah melihat performa tim pada dua laga terakhir yang hanya menghasilkan dua gol. Padahal, tim kebanggaan ibu kota ini tercatat sering menembus sepertiga akhir pertahanan lawan namun gagal mengonversi peluang menjadi poin maksimal.
Souza menegaskan pentingnya efektivitas bagi para pemain depan agar peluang yang tercipta tidak terbuang sia-sia.
"Kami banyak melatih masalah penyelesaian akhir (finishing) dan permainan di sepertiga akhir lapangan agar kami bisa tampil lebih efektif dalam pertandingan," ujar Mauricio Souza.
Latihan tajam di depan gawang sebenarnya bukan menu baru, namun intensitasnya ditingkatkan sebagai respons atas evaluasi pertandingan sebelumnya.
"Ya, seperti yang saya katakan, kami sudah melatih hal ini (penyelesaian akhir) sejak awal kompetisi. Tetapi, ada kalanya bola memang benar-benar tidak mau masuk (ke gawang)," ucap Mauricio Souza.
Staf kepelatihan Persija terus memantau rekaman pertandingan untuk memetakan kekurangan tim dalam setiap pekan kompetisi.
"Kami selalu berusaha menganalisis pertandingan yang sudah kami jalani, dan menyusun menu latihan berdasarkan apa yang kami anggap sebagai titik lemah," terang Mauricio Souza.
Melalui menu latihan khusus ini, diharapkan kreativitas dan ketajaman barisan penyerang meningkat saat menghadapi tembok pertahanan Persis Solo nanti.
"Jadi, seperti yang saya bilang, kami berhasil menciptakan berbagai peluang di dua pertandingan terakhir, tapi kami kurang efektif di sepertiga akhir lapangan. Oleh karena itu, dalam waktu persiapan yang singkat ini, kami berusaha keras melatih permainan di sepertiga akhir lapangan dan melatih penyelesaian akhir dari berbagai sisi," jelas Mauricio Souza.
Persija Jakarta saat ini menduduki posisi ketiga klasemen sementara dengan perolehan 59 poin. Sementara itu, Persis Solo masih berjuang di peringkat ke-15 dengan 27 poin guna menghindari ancaman zona degradasi.