Persib Bandung mempertahankan posisi puncak klasemen Super League 2025-2026 dan bersiap menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api guna memperlebar jarak dari kejaran Borneo FC. Maung Bandung saat ini unggul dua poin atas rival terdekatnya tersebut dengan menyisakan enam pertandingan krusial dalam perburuan gelar juara, sebagaimana dilansir dari Bola.
Situasi persaingan di papan atas semakin memanas mengingat jarak poin yang kian menipis. Borneo FC Samarinda terus menempel ketat di posisi kedua, sehingga kemenangan pada laga kandang berikutnya menjadi harga mati bagi skuad asuhan Bojan Hodak setelah hanya meraih hasil imbang pada pertandingan sebelumnya.
Kapten Persib Bandung, Marc Klok, memberikan pandangannya mengenai ketatnya persaingan di jalur juara. Meski memantau hasil tim lawan, gelandang Timnas Indonesia tersebut memilih untuk menitikberatkan fokus pada konsistensi internal tim.
"Buat Marc, pasti kita lihat untuk tim-tim lainnya, untuk hasil mereka," ujar Klok.
Klok menambahkan bahwa keuntungan dua poin yang dimiliki saat ini merupakan hasil kerja keras tim. Ia menilai nasib juara masih berada sepenuhnya di bawah kendali para pemain Persib sendiri.
"Tapi keuntungan yang kita punya sendiri adalah dua poin," imbuh Klok.
Pencapaian Persib yang sempat mencatatkan enam kemenangan beruntun menjadi modal kepercayaan diri bagi ruang ganti. Sang kapten menekankan agar rekan-rekannya tidak terdistraksi oleh performa kontestan lain di liga.
"Dan kita juga tahu karena kita menang enam kali." kata Klok.
Ia menegaskan bahwa jadwal padat dan tekanan klasemen merupakan bagian dari profesi. Baginya, momen ini merupakan pembuktian mental bagi seluruh anggota skuad dan klub.
"Tidak ada waktu untuk melihat tim lainnya. Ini semua di tangan kita." ujar Klok.
Klok menolak menganggap situasi perebutan takhta juara ini sebagai beban yang memberatkan langkah tim. Ia justru melihatnya sebagai sebuah tantangan yang harus dijawab dengan prestasi di lapangan hijau.
"Dan ini untuk pemain sepak bola, kamu bisa memilih itu tekanan tapi ini tantangan." lanjut Klok.
Optimisme tetap diusung oleh sang kapten dalam menghadapi sisa musim. Menurutnya, tantangan ini harus diterima secara kolektif oleh seluruh elemen dalam klub untuk mencapai target akhir.
"Ini adalah tantangan, dan tantangan ini untuk kita sendiri, untuk ruang ganti, untuk skuad, untuk klub," kata Klok.
Selain masalah mentalitas, tim pelatih memiliki catatan evaluasi terkait keroposnya lini pertahanan dalam dua laga terakhir. Persib tercatat telah kebobolan empat gol dalam periode tersebut, sebuah statistik yang harus diperbaiki sebelum bersua Arema FC.
Klok berharap gelar juara yang dibidik nantinya benar-benar merefleksikan kualitas permainan tim di atas lapangan. Ia ingin Persib memenangkan liga karena memang layak secara teknis dan performa mingguan.
"Karena di terakhir kalau kita lagi juara, kita tahu ini tidak lagi, ini bukan karena kebetulan, ini karena kualitas," ujar Klok.
Penegasan mengenai standar kualitas menjadi poin utama yang disampaikan Klok kepada rekan-rekannya. Ia menuntut konsistensi tinggi untuk membuktikan bahwa Persib adalah pemenang yang pantas.
"Jadi tantangannya sekarang adalah, mampukah kami kembali menghadirkan kualitas setiap minggunya untuk menjadi juara yang pantas kami dapatkan." tutur Klok.
Baginya, keberhasilan meraih trofi tidak boleh datang dari faktor keberuntungan semata. Fokus pada kemampuan diri dianggap sebagai satu-satunya jalan menuju tangga juara.
"Karena pada akhirnya kami harus pantas mendapatkannya untuk menang." tegas Klok.
Klok kembali mengingatkan bahwa tim tidak perlu mencari alasan atau mempedulikan faktor eksternal. Kerja keras di setiap laga sisa akan menentukan kelayakan mereka mengangkat piala di akhir musim nanti.
"Kita tidak perlu mencari yang lain. Kita harus layak mendapatkannya." ucap Klok.
Kesiapan mental untuk menerima tantangan tersebut menjadi penutup pernyataan sang kapten jelang laga penting di Bandung. Skuad Maung Bandung kini sepenuhnya berkonsentrasi untuk mengamankan poin penuh dari tim tamu.
"Jadi bukan tekanan, itu tantangan, dan tantangan itu benar-benar kami terima," kata Klok.