Persib Bandung gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Arema FC pada laga pekan ke-29 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4/2026). Hasil ini membuat posisi Maung Bandung di puncak klasemen kini dibayangi ketat oleh Borneo FC Samarinda.
Kegagalan mencetak gol menjadi sorotan utama mengingat dominasi tim tuan rumah di sepanjang pertandingan. Berdasarkan data yang dilansir dari Bola, tim asuhan Bojan Hodak tersebut tercatat melepaskan total 29 tembakan, namun tidak ada satu pun yang bersarang ke gawang lawan.
Persib kini mengoleksi 66 poin, jumlah yang sama dengan raihan Borneo FC Samarinda. Meskipun poin keduanya identik, Maung Bandung masih berhak menduduki posisi pertama di klasemen sementara karena unggul dalam catatan pertemuan atau head to head atas tim berjuluk Pesut Etam tersebut.
Kapten Persib Bandung, Marc Klok, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas ketidakmampuan timnya memanfaatkan banyak peluang menjadi gol dalam laga krusial tersebut.
"Sejujurnya, saya sangat merasa kecewa saat ini. Kami sudah mencoba segalanya, mengusahakan semua," kata Marc Klok.
Klok menyoroti statistik efektivitas serangan timnya yang sangat rendah meski telah mengepung pertahanan Arema FC secara intensif.
"Tapi karena beragam alasan, bolanya seolah tidak mau masuk ke gawang. Ada 29 kesempatan, 12 tembakan ke gawang tapi tidak ada gol," ucap Klok.
Pemain naturalisasi ini menekankan pentingnya bagi seluruh elemen tim untuk segera melakukan evaluasi diri guna menatap laga-laga sisa di kompetisi musim ini.
"Kami harus melakukan evaluasi, harus menerima hasil dan besok kami mulai lagi dengan semangat baru, spirit baru," ujar Klok.
Gelandang bernomor punggung 23 tersebut merasa frustasi lantaran dominasi permainan di lapangan tidak berbanding lurus dengan hasil akhir papan skor.
"Masih ada laga di kandang kami sendiri, jadi tidak ada yang berubah. Tapi ya saya hanya frustasi ketika menjadi tim yang lebih baik dan punya banyak peluang, tapi tidak mencetak gol," sesal Klok.
Menghadapi tekanan perburuan gelar juara, Klok tetap optimistis rekan-rekannya seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Federico Barba akan segera bangkit untuk mengamankan trofi.
"Setiap pemain sudah memberikan yang terbaik, memberikan segalanya, karena semua pemain di sini ingin menjadi juara," sebut Marc Klok.
Ia menambahkan bahwa kebuntuan di depan gawang menjadi sumber kejengkelan bagi tim saat rencana permainan tidak berjalan mulus.
"Jadi, sangat menjengkelkan ketika semuanya tidak berjalan sesuai rencana, seperti saat bola tidak mau masuk," ulasnya.
Klok mengakui bahwa kegagalan mencetak gol di menit-menit awal telah memberikan tekanan psikologis yang semakin besar bagi para pemain seiring berjalannya waktu pertandingan.
"Jika kamu mencetak gol di babak pertama, dua atau tiga nol, pertandingannya akan mudah."
Kekecewaan ini menjadi bahan pelajaran berharga bagi skuad Maung Bandung untuk menghadapi pertandingan-pertandingan penentuan di sisa musim.
"Tetapi dari waktu ke waktu, waktu terus berjalan dan kita tidak mencetak gol, jadi ada sedikit tekanan untuk kami. Tapi inilah sepak bola. Mau tidak mau, kita harus terima," sambungnya.
Persib Bandung dijadwalkan akan melakoni laga tandang melawan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, pada Kamis (30/4/2026) mendatang.