Persib Bandung kini fokus membenahi koordinasi lini pertahanan setelah gawang mereka kebobolan empat kali dalam dua pertandingan terakhir pada kompetisi Super League 2025-2026. Dilansir dari Bola, catatan minor tersebut terjadi setelah Maung Bandung menang tipis 3-2 atas Bali United dan bermain imbang 2-2 melawan Dewa United pada Senin (20/4/2026).
Hasil imbang di markas Dewa United membuat persaingan gelar juara semakin ketat karena Persib saat ini hanya unggul dua poin dari Borneo FC di posisi kedua. Tekanan semakin besar bagi skuad asuhan Bojan Hodak untuk tetap konsisten pada enam pertandingan sisa musim ini agar tidak tergeser dari puncak klasemen.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, memberikan penjelasan terkait performa lini belakang timnya saat menghadapi Bali United yang harus diakhiri dengan kondisi kekurangan pemain. Kekalahan jumlah personel di lapangan setelah Patricio Matricardi menerima kartu merah menjadi faktor utama sulitnya menjaga keperawanan gawang.
"Sepanjang musim para pemain bermain tanpa kesalahan. Jadi, pertandingan terakhir (vs Bali United), kami kebobolan dua gol dengan 10 orang. Jadi, ini tidak sama saat anda bermain dengan 10 dan 11 orang," tutur Hodak.
Persoalan berbeda muncul saat laga melawan Dewa United, di mana dua gol yang bersarang ke gawang Persib memicu perdebatan mengenai keputusan wasit. Gol Alex Martins dianggap tidak sah oleh para pemain Persib karena bola diduga telah keluar lapangan, sementara gol kedua Ricky Kambuaya diawali dugaan handsball.
"Kami kebobolan dua gol (vs Dewa United), dan saya tidak ingin memberikan komentar tentang kedua gol tersebut karena saya akan menyebutkan hal ini dalam laporan kepada (ofisial) tentang wasit," kata Hodak.
Meski lini belakang mendapat sorotan tajam karena kebobolan empat kali dalam waktu singkat, juru taktik berkebangsaan Kroasia tersebut memilih tetap tenang. Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan dirinya masih menaruh kepercayaan besar terhadap kinerja barisan pertahanan timnya.
"Saya tidak berpikir bahwa ada masalah tentang hal itu (bobol empat kali). Hal ini terkadang terjadi, tapi pada akhirnya saya cukup senang dengan cara para pemain bertahan bermain," kata Hodak.
Hodak melihat bahwa tim lawan sebenarnya tidak memiliki banyak peluang bersih di luar gol yang tercipta dari situasi kontroversial tersebut. Evaluasi teknis tetap akan dilakukan untuk meminimalisir kesalahan individu pemain dalam mengantisipasi serangan balik atau bola mati.
"Bagi saya, lihat, kami perlu mengubah hal-hal ini. Untungnya mereka tidak menciptakan terlalu banyak peluang dari beberapa kesalahan taktis, ini adalah kesalahan individu," sebut Hodak.
Pelatih menekankan pentingnya fokus pada detail kecil agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan berikutnya. Menurutnya, gol pertama lawan seharusnya bisa dicegah jika pemain tetap waspada sebelum peluit berbunyi.
"Dan seperti yang saya katakan, gol pertama adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Jadi kami hanya perlu fokus pada hal itu," tuturnya.
Di sisi lain, Hodak memberikan apresiasi terhadap performa lini serang yang tetap tajam dan mampu membongkar pertahanan rapat lawan. Gol penyama kedudukan dari Andrew Jung menjadi bukti mentalitas menyerang Persib tetap terjaga meski lawan menerapkan strategi defensif.
"Secara penyerangan kami menciptakan peluang lagi. Sulit untuk bermain karena mereka 'parkir bus' setelah mendapatkan kartu merah, jadi tidak mudah untuk menemukan ruang," tuturnya.
Pesan penutup dari sang pelatih adalah instruksi agar seluruh pemain mengembalikan ketenangan mereka menghadapi pekan-pekan krusial di akhir musim. Persib dijadwalkan menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (24/4/2026).
"Namun pada akhirnya saya pikir kami hanya perlu tenang kembali, fokus pada permainan kami," ucap Bojan Hodak.