Bobon Santoso dan Ronald Sinaga Berseteru Terkait Insiden Pemukulan

Bobon Santoso dan Ronald Sinaga Berseteru Terkait Insiden Pemukulan
Foto: Ilustrasi Bobon Santoso dan Ronald Sinaga Berseteru Terkait Insiden Pemukulan.

YouTuber Bobon Santoso dan Wakil Ketua Umum PSI Ronald A. Sinaga alias Bro Ron terlibat perselisihan terbuka di media sosial setelah adanya insiden pemukulan pada Senin, 4 Mei 2026. Ketegangan dipicu oleh dukungan Bobon terhadap pelaku kekerasan yang mengklaim adanya hinaan rasis.

Peristiwa pemukulan tersebut terjadi di Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 16.22 WIB saat Ronald sedang mendampingi belasan karyawan menuntut gaji. Dilansir dari Suara, situasi memanas ketika proses audiensi diintervensi oleh sekelompok orang tidak dikenal hingga berujung kekerasan fisik.

Bobon Santoso memicu reaksi keras setelah mengomentari video klarifikasi pelaku pemukulan yang mengaku terprovokasi ucapan rasis. Bobon secara terbuka menyatakan keberpihakannya kepada terduga pelaku melalui kolom komentar di unggahan media sosial.

"Percaya abang ini. Bro selalu cari panggung," tulis Bobon Santoso.

Pernyataan tersebut segera direspons oleh Ronald Sinaga dengan mengunggah tangkapan layar komentar tersebut ke akun pribadinya. Ia memberikan tantangan balik kepada Bobon terkait keterlibatannya dalam pusaran masalah hukum yang sedang berlangsung.

"Bon, yakin mau ikutan?" tanya Ronald A. Sinaga.

Menanggapi tantangan balik dari politisi tersebut, Bobon kemudian memberikan balasan yang menyatakan keengganannya untuk memperpanjang perselisihan. Ia memilih untuk kembali fokus pada aktivitas produksi konten kuliner yang selama ini ia geluti.

"Sorry om gak tertarik ribut di sosmed. mending dipake buat masak keliling indonesia," balas Bobon Santoso.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat memberikan konfirmasi terkait kronologi keributan yang mendasari perseteruan kedua tokoh publik tersebut. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa kehadiran Ronald awalnya untuk mediasi persoalan gaji karyawan PT SKS.

"Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan pihak MPP selaku orang yang didemo, akhirnya Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di kantor Polsek Metro Menteng," jelas Iptu Erlyn Sumantri.

Namun, upaya mediasi tersebut tidak berjalan mulus karena munculnya gangguan dari pihak luar yang tidak berkepentingan dalam perkara industri tersebut. Situasi di lokasi bergeser dari dialog menjadi percekcokan fisik antara kelompok pendemo dan massa tidak dikenal.

"Akibat perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," ujar Erlyn Sumantri.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian langsung melakukan tindakan pengamanan untuk mencegah keributan meluas. Terlapor dan korban segera dipisahkan untuk dimintai keterangan lebih mendalam oleh tim penyidik.

"Kemudian petugas melerai korban dan terlapor serta mengamankannya untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut," imbuh Erlyn Sumantri.

Artikel terkait

Rekomendasi