Skuad Persebaya Surabaya memprioritaskan pemulihan kondisi fisik pemain menjelang laga tandang pekan ke-30 Super League 2025-2026 melawan Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Selasa (28/4/2026). Dilansir dari Bola, tantangan kebugaran muncul setelah tim menempuh perjalanan panjang dari Maluku dan Makassar sebelum tiba di lokasi pertandingan.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menjelaskan bahwa keterbatasan waktu persiapan membuat tim pelatih harus menyesuaikan porsi latihan dengan daya tahan personel yang tersedia. Langkah ini diambil karena intensitas pertandingan bertajuk Derbi Jatim tersebut diprediksi akan berlangsung sangat tinggi sejak menit awal.
"Sekarang kami fokus, menyesuaikan dengan karakteristik pemain dan juga stamina untuk memutuskan siapa yang akan bermain atau tidak. Mari kita lihat apa yang bisa kami lakukan, tapi persiapannya bagus," ujar Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya Surabaya.
Meskipun pertandingan digelar tanpa kehadiran penonton, juru taktik asal Portugal tersebut menekankan pentingnya sejarah rivalitas kedua tim bagi para pemain. Ia menyebut dukungan dari pendukung setia yang hadir saat sesi latihan menjadi motivasi tambahan bagi seluruh anggota tim untuk tampil maksimal.
"I rasa semua orang ingin memainkan pertandingan ini karena ini laga penting bagi kami. Kami tahu rivalitas antarklub, kami tahu sejarah antarklub ini. Saat kami latihan, beberapa Bonek dan Bonita datang mendukung tim," tutur Bernardo Tavares.
Eks pelatih PSM Makassar itu menyadari bahwa laga ini tidak akan berjalan mudah bagi tim asuhannya. Ia menuntut para pemain menunjukkan ambisi kemenangan yang lebih besar dibandingkan lawan di dalam lapangan nanti guna mengamankan poin penuh.
"Jadi saya harap tim kami bisa menunjukkan di dalam lapangan bahwa kami ingin menang lebih dari tim lawan. Ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah," imbuhnya.
Kondisi internal Persebaya saat ini dilaporkan belum sepenuhnya ideal karena adanya sejumlah pemain yang mengalami cedera. Kendati demikian, Tavares menegaskan komitmennya untuk tetap menurunkan komposisi terbaik demi menjaga persaingan di papan klasemen Super League.
"Tidak bisa membantu. Tapi kami akan bermain dengan 11 orang, dan saya percaya pemain kami akan mencoba memberikan yang terbaik," kata Bernardo Tavares.
Bek Persebaya, Arief Catur, menambahkan bahwa kedisiplinan koordinasi antarlini menjadi kunci utama dalam menghadapi serangan cepat Arema FC. Menurutnya, stabilitas pertahanan yang sempat menjadi kendala pada laga-laga sebelumnya harus segera diperbaiki agar tim tidak kecolongan gol.
"Kami harus tetap fokus, jaga pertahanan dari lini ke lini, dan saling komunikasi. Itu saja," pungkas Arief Catur, Pemain Persebaya Surabaya.