Presiden Real Madrid Florentino Perez mendatangi ruang ganti pemain setelah klub berjuluk Los Blancos tersebut dipastikan tersingkir dari Liga Champions pada Kamis (16/4) dini hari WIB. Madrid gagal melaju ke semifinal setelah menelan kekalahan 3-4 dari Bayern Munich pada laga leg kedua perempat final.
Hasil tersebut membuat Madrid kalah secara agregat dengan skor total 4-6 dari raksasa Jerman tersebut. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, kekecewaan mendalam Perez berujung pada pengusiran pemain muda Arda Guler dari ruang ganti sebelum sang presiden meluapkan kemarahannya kepada skuad utama.
Perez dikabarkan tidak ingin pemain muda asal Turki tersebut menyaksikan ketegangan yang akan terjadi di dalam ruangan tersebut.
"Kamu keluar, jangan lihat apa yang akan terjadi," katanya Florentino Perez, Presiden Real Madrid.
Berdasarkan rekaman video yang tersebar di media sosial, Arda Guler terlihat meninggalkan area ruang ganti lebih awal. Pemain berusia 21 tahun itu tampak terdiam saat berjalan melewati kerumunan awak media yang menunggu di lorong stadion.
Kondisi internal tim semakin memanas mengingat Madrid kini terancam mengakhiri musim tanpa trofi utama dalam dua tahun berturut-turut. Laporan Goal menyebutkan bahwa Perez memberikan peringatan keras terkait standar pencapaian klub yang harus dipenuhi oleh para pemain bintang mereka.
"Satu musim tanpa gelar adalah kegagalan, dua musim tanpa gelar tidak dapat diterima," tegas Florentino Perez, Presiden Real Madrid.
Perez juga menyoroti tanggung jawab besar yang dipikul setiap pemain saat mengenakan seragam kebesaran klub asal ibu kota Spanyol tersebut. Ia menekankan bahwa performa tim sepanjang musim ini jauh dari harapan manajemen dan para pendukung setianya.
"Saya berterima kasih atas usaha kalian hari ini, tetapi musim ini benar-benar mengecewakan. Bermain untuk Real Madrid adalah sebuah hak istimewa, dengan banyak kewajiban. Banyak dari kalian yang belum memenuhinya. Setidaknya selesaikan liga dengan bermartabat," paparnya Florentino Perez, Presiden Real Madrid.
Saat ini, harapan satu-satunya bagi Real Madrid untuk meraih gelar tinggal tersisa di kompetisi domestik Liga Spanyol. Namun, posisi mereka masih tertinggal sembilan poin dari rival abadi mereka, Barcelona, yang kokoh memimpin klasemen sementara.
Hingga pekan ke-31, Real Madrid mengumpulkan 70 poin sementara Barcelona telah mengantongi 79 poin. Dengan tujuh pertandingan tersisa, peluang juara Madrid bergantung sepenuhnya pada hasil sempurna di sisa laga sambil mengharapkan kegagalan poin dari kubu lawan.