Manajer Manchester City Pep Guardiola tertangkap kamera menyaksikan pertandingan League One antara Stockport County melawan Port Vale pada Rabu (29/4) daripada menonton siaran semifinal Liga Champions. Laga kasta ketiga Inggris tersebut berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan tim tamu, Port Vale, di hadapan Guardiola yang hadir langsung di tribun.
Kehadiran pelatih asal Spanyol itu di kompetisi kasta rendah memicu tanda tanya awak media, mengingat pada saat yang bersamaan berlangsung laga besar antara PSG melawan Bayern Munich. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, Guardiola merespons pilihan tersebut dengan nada kelakar mengenai kualitas pelatih dan pemain di laga elite Eropa tersebut.
"Sehari sebelumnya, saya tahu ada PSG vs Bayern. Saya berpikir, wah betapa buruknya pertandingan itu. Pelatihnya tidak bagus, Enrique dan Kompany... Pemain-pemainnya juga payah," ujar Guardiola sembari tersenyum.
Luis Enrique yang menangani PSG merupakan mantan rekan setim Guardiola di Barcelona, sementara pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, adalah mantan anak asuhnya di Manchester City. Guardiola menegaskan rasa sukanya terhadap atmosfer sepak bola Inggris sebagai alasan utamanya hadir di markas Stockport.
"Saya menyukai sepakbola Inggris, jadi saya pergi ke Stockport. Kemudian saya menonton PSG vs Bayern sambil minum anggur, walau sudah tahu hasilnya," sambung Guardiola.
Meski memilih menonton laga League One secara langsung, Guardiola tetap memberikan apresiasi terhadap dinamika pertandingan sepak bola di berbagai level kompetisi. Ia menilai keindahan olahraga ini tidak hanya terpaku pada satu jenis gaya permainan saja.
"Itu menyenangkan, tetapi sepakbola tidak selalu sama di setiap pertandingan," jawab Guardiola.
Guardiola juga membandingkan variasi kualitas pertandingan yang berlangsung pada hari-hari berikutnya, termasuk pertemuan antara Arsenal dan Atletico Madrid. Baginya, setiap laga memiliki karakteristik unik yang harus diapresiasi oleh penikmat sepak bola.
"Ya, itu pertandingan yang bagus tetapi keesokan harinya dengan gaya yang sangat berbeda, Arsenal dan Atletico juga pertandingan yang bagus," sambung Guardiola.
Pernyataan tersebut merujuk pada intensitas persaingan di babak empat besar kompetisi tertinggi Eropa. Ia menganggap produktivitas gol yang tinggi memang menarik, namun semua aspek dalam sepak bola tetap harus diterima secara terbuka.
"Ketika Anda mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan, itu fantastis tetapi sepakbola harus menerima segalanya. Saya pikir kedua semifinal itu sangat bagus," tutup Guardiola.