Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menanggapi perbedaan jadwal pertandingan timnya dengan Arsenal di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara Liga Inggris 2025-2026. Manchester City dijadwalkan bertandang ke markas Everton di Stadion Etihad pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 02.00 WIB.
Klub berjuluk The Citizens tersebut saat ini menempati posisi kedua klasemen dengan selisih enam poin dari Arsenal yang berada di puncak, meski City masih mengantongi dua laga sisa. Dilansir dari Bola, Guardiola menyatakan pemahamannya terhadap pengaturan jadwal kompetisi di Inggris yang sangat padat bagi seluruh klub.
Guardiola mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin terlalu mempermasalahkan jadwal yang ada saat ini. Ia memilih untuk tetap fokus pada persiapan tim dalam menghadapi sisa kompetisi domestik.
"Ya sudahlah. Arsenal berada di semifinal Liga Champions, jadi ya sudahlah." ujar Pep Guardiola.
Manajer asal Spanyol ini menegaskan bahwa situasi jadwal yang sibuk bukanlah hal baru baginya selama meniti karier kepelatihan. Ia merujuk pada pengalaman masa lalu saat meraih kesuksesan besar bersama City.
"Saat kami memenangkan treble, kami memiliki jadwal yang serupa, tetapi saya sudah lama belajar untuk tidak mengharapkan hal yang berbeda." kata Guardiola.
Guardiola menekankan pentingnya fleksibilitas pemain dan staf dalam menghadapi setiap pertandingan yang datang bertubi-tubi. Adaptasi menjadi kunci utama untuk tetap kompetitif di papan atas klasemen.
"Kami harus beradaptasi dan menjalani pertandingan demi pertandingan," ujar Guardiola.
Mantan pelatih Barcelona tersebut mengakui adanya keinginan untuk tetap berkompetisi di kancah Eropa bersama tim-tim besar lainnya. Sebagaimana diketahui, Manchester City telah tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dari Real Madrid di babak 16 besar.
ÔÇ£Saat ini, dengan tim-tim yang bermain pada hari Selasa dan Rabu, saya ingin berada di Liga Champions,ÔÇØ katanya.
Meski memendam ambisi tersebut, Guardiola memilih bersikap realistis terhadap hasil yang sudah terjadi di lapangan. Ia mengajak timnya untuk menikmati momen yang ada dan bersiap untuk tantangan selanjutnya.
ÔÇ£Namun dalam hidup, Anda tidak akan pernah bisa menikmati segalanya,ÔÇØ ungkap Guardiola.
Untuk mengisi waktu di luar lapangan hijau, Guardiola merencanakan beberapa aktivitas guna menyegarkan pikiran. Ia juga tetap memantau perkembangan tim-tim lawan di Liga Inggris sebagai bagian dari analisis taktik.
"Jadi untuk sisanya, ya, nikmati hari libur dan persiapkan pertandingan, tonton Brentford di Old Trafford misalnya karena mereka akan menjadi lawan berikutnya. Saya terkesan meskipun mereka kalah." kata Guardiola.
Ia memberikan apresiasi khusus terhadap performa Brentford yang dinilai tampil impresif pada musim ini. Bagi Guardiola, menjaga keseimbangan antara bekerja dan beristirahat sangat penting di tengah tekanan kompetisi.
ÔÇ£Mereka bermain sangat bagus dan saya pikir Brentford telah menjalani musim yang luar biasa. Jadi, melakukan ini, bermain golf dengan cuaca yang indah ini, selesai hari ini, jadi ya bagus,ÔÇØ sambungnya.
Mengenai perbandingan dengan liga lain seperti Perancis yang terkadang menunda laga demi membantu klub di Eropa, Guardiola memiliki pandangan tegas. Ia berpendapat bahwa setiap liga memiliki aturan dan budaya sepak bola yang berbeda-beda.
"Beginilah keadaannya. Kita harus beradaptasi. Jika Anda tidak menyukainya, pergilah berlatih di Perancis atau Portugal," tambahnya.
Penegasan tersebut menunjukkan bahwa Guardiola telah menerima risiko bekerja di kompetisi sepak bola Inggris yang dikenal tanpa henti. Menurutnya, seluruh manajer di Premier League menghadapi tantangan serupa terkait pengaturan jadwal.
"I'm happy to be here and I said the same when I was in Barcelona and all the managers here complain about the schedule. It is what it is." kata Guardiola.
Pernyataan tersebut diakhiri dengan komitmennya untuk selalu mengikuti keputusan otoritas liga terkait waktu bertanding. Ia memastikan timnya akan selalu siap turun ke lapangan kapan pun jadwal ditentukan.
"I never expect it to be different. They decide to play, we're going to play," kata Pep Guardiola.