Pengadilan Belanda secara resmi menolak gugatan NAC Breda yang menuntut pengulangan pertandingan Liga Belanda melawan Go Ahead Eagles terkait polemik persyaratan pemain atau yang dikenal sebagai kasus passportgate. Dilansir dari Bola, hakim memutuskan bahwa kebijakan KNVB untuk tidak menggelar laga ulang telah sesuai dengan regulasi internal federasi.
Keputusan hukum ini merujuk pada pertandingan yang berakhir dengan skor 6-0 untuk kemenangan Go Ahead Eagles. Dalam laga tersebut, bek sayap Dean James yang berstatus sebagai pemain diaspora Indonesia diturunkan meski kemudian dinyatakan tidak memenuhi syarat bermain setelah berpindah kewarganegaraan menjadi WNI.
Dewan kompetisi KNVB menyatakan rasa lega atas putusan tersebut meskipun harus menempuh jalur hukum melawan anggotanya sendiri. Federasi sebelumnya sempat terancam harus mengulang hingga 133 pertandingan jika gugatan ini dikabulkan oleh pengadilan.
"Tidak pernah menyenangkan harus berhadapan dengan salah satu klub kami di pengadilan," demikian pernyataan dewan kompetisi KNVB sebagaimana dikutip dari NOS.
Pihak federasi menambahkan bahwa keberhasilan menyelesaikan masalah ini dengan cepat sangat krusial bagi keberlangsungan kompetisi di masa depan. Meskipun ada sengketa, KNVB mengapresiasi isu yang diangkat oleh pihak klub penggugat.
"NAC Breda mengangkat isu penting, yang untungnya dapat kami selesaikan dengan cepat melalui upaya besar bersama. Itu penting untuk sekarang dan masa depan," tulis KNVB.
Dalam pembacaan putusan, hakim menekankan bahwa dewan kompetisi telah menggunakan kewenangannya secara tepat dan hati-hati. Tidak ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan main yang telah ditetapkan oleh federasi sepak bola Belanda tersebut.
"Keputusan dewan kompetisi tidak bertentangan dengan regulasi KNVB maupun prinsip kewajaran dan keadilan," demikian bunyi putusan tersebut.
Ahli hukum olahraga, Dolf Segaar, memberikan pandangan bahwa putusan ini memperkuat posisi tawar KNVB dalam mengelola dinamika kompetisi. Ia menegaskan bahwa federasi memiliki hak diskresi yang kuat dalam menentukan urgensi pengulangan sebuah pertandingan.
"Pengadilan menegaskan bahwa berada di tangan KNVB apakah sebuah pertandingan perlu diulang atau tidak," ujar Segaar di NU.nl.
Segaar berpendapat bahwa intervensi hukum hanya dimungkinkan jika ditemukan adanya keputusan yang tidak masuk akal dari pihak federasi. Namun dalam perkara ini, hakim menilai langkah KNVB masih berada dalam koridor hukum yang wajar dan sah secara regulasi.
Kasus polemik paspor ini turut menyeret sejumlah nama pemain diaspora Indonesia lainnya yang merumput di Belanda. Selain Dean James di Go Ahead Eagles, terdapat nama Nathan Tjoe-A-On di Willem II, Justin Hubner di Fortuna Sittard, serta Tim Geypens di FC Emmen yang status kelayakannya sempat menjadi perdebatan.