Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan atlet Indonesia melalui pemberian bonus atas capaian prestasi di kancah internasional pada Kamis (30/4/2026). Kebijakan ini bertujuan memastikan keberlanjutan hidup para atlet, terutama setelah mereka memasuki masa pensiun dari dunia olahraga.
Dilansir dari Kompas, pemerintah memposisikan negara sebagai pendamping tetap bagi para pejuang olahraga, tidak hanya terbatas pada momen kompetisi. Bonus prestasi yang diberikan kini menjadi instrumen utama untuk mengubah taraf hidup atlet dan keluarga mereka secara nyata.
"Negara akan selalu hadir dalam kehidupan para atlet. Bukan hanya saat seremoni pemberangkatan kontingen atau pengalungan medali saja. Bonus yang diberikan bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata penghormatan negara atas jasa dan perjuangan mereka," ujar Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Erick menekankan bahwa status atlet sebagai aset bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat global menuntut apresiasi yang sepadan. Penjaminan kesejahteraan ini menjadi prioritas dalam skema pembinaan olahraga nasional.
"Para atlet adalah putra-putri terbaik bangsa yang berjuang mengangkat nama Indonesia di panggung dunia. Pengorbanan mereka harus dihargai dan diapresiasi secara nyata," imbuh Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Dampak kebijakan tersebut terlihat dari pemanfaatan bonus oleh para atlet untuk investasi jangka panjang seperti properti dan modal usaha. Langkah ini sekaligus mematahkan stigma lama mengenai ketidakpastian masa depan profesi atlet di tanah air.
Beberapa nama besar telah membuktikan keberhasilan pengelolaan bonus tersebut. Lifter Eko Yuli Irawan menggunakan bonusnya untuk membelikan sawah bagi ayahnya dan membangun fasilitas latihan angkat besi. Sementara karateka Leica Al Humaira Lubis berhasil membeli rumah dari hasil raihan medali emas SEA Games Thailand 2025.
Pemanfaatan bonus untuk sektor produktif juga dilakukan oleh atlet hoki putra Revo Prilianto yang berinvestasi emas. Di sisi lain, atlet para-powerlifting Ni Nengah Widiasih telah mengembangkan usaha kuliner yang turut menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitarnya.
Menpora juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar para atlet tidak bersifat konsumtif dalam mengelola dana yang diterima. Pengelolaan yang bijak dinilai akan menjadi inspirasi bagi generasi atlet berikutnya.
"Yang terpenting adalah bagaimana bonus ini dimanfaatkan untuk masa depan. Bukan hanya untuk konsumsi sesaat, tetapi menjadi bekal jangka panjang," kata Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Penegasan mengenai keberhasilan para atlet dalam menata hidup melalui kerja keras menjadi penutup dalam pernyataan resmi pemerintah tersebut.
"Alhamdulillah puji syukur tak terkira saat mendengar cerita dari Eko Yuli, Leica, Revo ataupun Ni Nengah Widiasih, kehidupan mereka membaik berkat kerja keras yang tak pernah henti," tutup Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).