Penyerang Manchester United, Matheus Cunha, mendesak manajemen klub untuk mempertahankan Michael Carrick sebagai pelatih tetap setelah kemenangan krusial atas Liverpool pada Minggu (3/5/2026). Kemenangan tersebut sekaligus memastikan posisi Setan Merah di zona Liga Champions musim depan, seperti dilansir dari Bola.
Hasil positif dengan skor 3-2 di Stadion Old Trafford itu mengamankan tempat Manchester United di posisi ketiga klasemen sementara. Capaian ini melampaui target awal saat Carrick ditunjuk menggantikan Ruben Amorim yang dipecat mendadak pada Januari lalu untuk menstabilkan kondisi internal tim.
Matheus Cunha menilai sosok pelatih berusia 44 tahun tersebut berhasil mengembalikan identitas klub yang sempat hilang. Ia bahkan menyamakan aura kepemimpinan Carrick dengan manajer legendaris Sir Alex Ferguson yang telah mempersembahkan 13 gelar liga bagi klub.
"Saya pikir dia memiliki magis seperti zaman Ferguson," ucap Matheus Cunha.
Cunha mengungkapkan bahwa Carrick membawa pengalaman berharganya saat masih menjadi pemain di bawah asuhan Sir Alex. Sang pelatih dinilai mampu mentransfer nilai-nilai historis klub kepada skuad yang ada saat ini.
"Kemudian dia datang dan membawanya kepada kami, mengajari kami bagaimana hal itu dulu adanya," ujar Cunha.
Meskipun sempat menjadi pemain cadangan di bawah arahan sang manajer interim, penyerang asal Brasil ini mengaku tetap memberikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan dukungan penuh agar Carrick diberikan kontrak permanen oleh pihak manajemen.
"Menjadi bagian dari semua yang dia lakukan adalah sebuah kesenangan, dan tentu saja saya pikir dia layak mendapatkannya," kata Cunha.
Dukungan serupa juga muncul dari sektor lini tengah melalui gelandang muda Kobbie Mainoo. Ia memberikan apresiasi tinggi atas suntikan kepercayaan diri yang diberikan mantan asisten pelatih tersebut kepada para penggawa Setan Merah.
"Dia memainkan peran besar dalam hal ini, semua kepercayaan diri yang dia berikan kepada semua pemain," tutur Mainoo.
Mainoo menegaskan bahwa para pemain merasakan ikatan yang kuat dengan gaya kepemimpinan Carrick di ruang ganti. Loyalitas para pemain tercermin dari komitmen mereka untuk tampil maksimal di setiap pertandingan Liga Inggris yang tersisa.
"Anda ingin mengikutinya, berjuang untuknya, dan berkorban untuknya di lapangan," ucap Mainoo.
Keberhasilan Carrick mengamankan tiket kompetisi elite Eropa dicapai saat Liga Inggris masih menyisakan tiga pertandingan lagi. Manchester United tercatat belum pernah kembali menjuarai liga domestik sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada tahun 2013 silam.