Tiga pemain Chelsea, Enzo Fernandez, Marc Cucurella, dan Joao Pedro, terlihat menghabiskan waktu libur di Madrid, Spanyol, setelah memastikan tempat di final Piala FA. Dilansir dari Bola, rombongan ini menyaksikan turnamen tenis Madrid Open pada Minggu (26/4/2026) usai mendapatkan izin dari pelatih interim.
Kemenangan Chelsea atas Leeds United di semifinal Piala FA musim 2025-2026 ditentukan melalui gol tunggal Enzo Fernandez di Stadion Wembley. Keberangkatan para pemain ke Madrid memicu perhatian publik, mengingat Fernandez santer dikaitkan dengan rumor kepindahan ke Real Madrid dalam beberapa pekan terakhir.
Spekulasi mengenai masa depan pemain asal Argentina tersebut diperkuat oleh pernyataan pribadinya mengenai ketertarikan tinggal di Spanyol. Fernandez sempat mendapatkan sanksi internal karena secara tidak langsung mengungkapkan keinginannya untuk berseragam Los Blancos beberapa waktu lalu.
"Saya ingin tinggal di Spanyol," kata Fernandez.
Gelandang berusia 25 tahun itu menambahkan bahwa atmosfer ibu kota Spanyol memiliki kemiripan dengan kota asalnya di Amerika Selatan. Ia juga mengungkapkan pertimbangan kenyamanan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa ibu.
"Saya sangat menyukai Madrid; kota itu mengingatkan saya pada Buenos Aires," tutur Fernandez.
Pernyataan tersebut berlanjut pada preferensinya mengenai lokasi tempat tinggal di masa depan. Fernandez mengisyaratkan kesiapannya untuk beradaptasi lebih jauh jika benar-benar pindah ke kompetisi La Liga.
"Pemain tinggal di mana pun mereka mau. Saya akan tinggal di Madrid. Saya bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, tetapi saya akan lebih nyaman dalam bahasa Spanyol," imbuh Fernandez kala itu.
Sebelumnya, hubungan Fernandez dengan manajemen klub sempat memanas pasca-pemecatan Enzo Maresca. Pelatih Chelsea saat itu, Liam Rosenior, menjatuhkan sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan setelah sang pemain melayangkan kritik terbuka terhadap kebijakan klub.
Agen sang pemain, Javier Pastore, sempat memberikan pembelaan keras atas hukuman yang diterima kliennya. Pastore menilai keputusan manajemen sangat merugikan tim karena dilakukan saat klub tengah berjuang memperebutkan tiket kualifikasi kompetisi Eropa.
"Hukuman itu sama sekali tidak adil, melarang pemain tersebut bermain selama dua pertandingan, yang terlebih lagi sangat penting bagi Chelsea karena kualifikasi ke Liga Champions dipertaruhkan dan dia adalah salah satu pemain terpenting tim," ujar Pastore.
Pastore menegaskan bahwa sanksi pencoretan dari skuad tersebut tidak memiliki landasan yang kuat. Ia mempertanyakan urgensi hukuman di tengah kondisi performa Chelsea yang belum stabil saat itu.
"Saya pikir itu terlalu keras mengingat situasi Chelsea saat ini, dan tidak ada alasan atau pembenaran yang nyata mengapa dia dilarang bermain," imbuhnya.
Selama masa hukuman, Fernandez absen saat Chelsea menghadapi Port Vale dan Manchester City. Ia baru kembali bermain saat tim mengalami kekalahan dari Manchester United dan Brighton sebelum akhirnya memimpin The Blues lolos ke final Piala FA untuk menantang Manchester City.