Tiga pemain legiun asing Persija Jakarta asal Brasil meluapkan emosi mereka setelah merampungkan kompetisi Super League musim 2025/2026. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut resmi berakhir dengan menempatkan skuad Macan Kemayoran di peringkat ketiga klasemen akhir.
Dikutip dari Suara, trio pesepak bola asal Negeri Samba yang memperkuat Persija, yaitu Allano Lima, Fabio Calonego, dan Maxwell Souza, menyatakan rasa bangganya atas performa tim sepanjang musim. Persija harus merelakan gelar juara musim ini dan finis di bawah Persib Bandung serta Borneo FC Samarinda.
Allano Lima mengutarakan pesan emosionalnya melalui media sosial pribadinya. Penyerang yang kini menginjak usia 30 tahun tersebut tetap mengapresiasi perjuangan keras yang telah ditunjukkan oleh seluruh anggota tim.
"Ini adalah tahun yang sangat penuh berkah meski dengan segala yang terjadi. Terima kasih untuk semuanya. Kami sudah berjuang keras dan saudara-saudaraku bisa merasa bangga, meski hasilnya tidak selalu seperti yang kami impikan," tulis Allano.
Pemain bernomor punggung tersebut juga memberikan apresiasi khusus kepada basis massa pendukung setia Macan Kemayoran yang terus mengawal perjuangan mereka.
"Besok selalu menjadi hari yang baru. Terima kasih kepada semua yang tidak melepaskan tangan kami. Terima kasih Jakmania, kalian sudah mendukung saya," kata Allano.
Gelandang asal Brasil, Fabio Calonego, memberikan ulasan mendalam mengenai performa tim selama satu musim penuh. Dirinya menilai kualitas permainan Persija tetap terjaga di level tertinggi meski belum bisa membawa pulang trofi kampiun.
"Saya hanya bisa berterima kasih kepada Tuhan, istri saya, anak-anak saya, keluarga saya, seluruh kelompok pemain, staf pelatih, manajemen, staf klub, masyarakat Jakarta, dan terutama suporter fanatik kami, Jakmania," ujar Calonego.
Pemain berusia 28 tahun itu mengemas kontribusi nyata berupa tiga gol dan tujuh assist dari total 30 laga yang dilakoninya. Dia mengakui bahwa target awal tim adalah menjadi yang terbaik di liga.
"Kami memiliki tujuan yang jelas, yaitu meraih gelar liga. Namun, sayangnya tidak semua berjalan seperti yang kami inginkan. Finis di peringkat ketiga dalam kompetisi seketat ini bukanlah hal yang mudah," tutur Calonego.
Kendati gagal menjadi juara, Fabio menggarisbawahi pencapaian impresif Persija yang sukses memecahkan rekor perolehan poin tertinggi sepanjang sejarah berdirinya klub sepak bola ibu kota tersebut.
"Meskipun kami tidak menjadi juara, kami berhasil mencatatkan poin tertinggi dalam sejarah klub, dan itu tidak akan pernah bisa dihapus oleh siapa pun," ucap Calonego.
Pemain tengah ini optimistis bahwa fondasi permainan yang sudah terbentuk akan membawa dampak positif bagi masa depan Macan Kemayoran.
"Kami memainkan sepak bola yang sangat bagus. Saya yakin gelar juara ada di masa depan yang tidak lama lagi, kami hanya perlu terus berjalan di jalur yang benar," sambung Calonego.
Maxwell Souza Tutup Kompetisi Lewat Sumbangan Gol
Penyerang Maxwell Souza berhasil mencatatkan namanya di papan skor saat Persija menumbangkan Semen Padang pada pertandingan pamungkas musim ini di Jakarta. Gol tersebut sekaligus menjadi penutup yang manis bagi perjalanannya.
Striker berumur 31 tahun itu membuktikan kapasitasnya sebagai tumpuan lini depan Macan Kemayoran dengan menggelontorkan 16 gol dan empat assist dari 31 laga, meskipun penampilannya sempat mendapat sorotan tajam.
"Pertandingan terakhir musim ini dan, syukur kepada Tuhan, musim berakhir seperti saat dimulai, dengan kemenangan di hadapan suporter kami dan dengan sebuah gol," kata Maxwell.
Maxwell menganggap komposisi skuad Persija musim ini merupakan salah satu jajaran tim terbaik yang pernah dia bela dalam karier profesionalnya.
"Kelompok ini akan selalu ada dalam ingatan saya sebagai salah satu tim terbaik yang pernah saya bela sepanjang hidup saya. Kami pantas mendapatkan lebih dari sekadar posisi ketiga, tetapi Tuhanlah yang mengetahui segalanya," lanjut Maxwell.
Penyerang asal Brasil tersebut mengakhiri pesonanya dengan mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas loyalitas yang ditunjukkan oleh Jakmania.
"Saya merasa sangat bahagia dan terhormat menjadi bagian dari semua ini. Terima kasih kepada rekan-rekan setim saya, staf, dan Jakmania atas dukungan sejak awal hingga akhir musim," tutur Maxwell.