Kompetisi olahraga antarkampus Campus League Musim 1 resmi diluncurkan di UP Thamrin Nine, Jakarta, pada Senin (20/4/2026). Ajang ini menghadirkan tiga cabang olahraga utama serta UniGames sebagai upaya membangun ekosistem olahraga mahasiswa dan pembentukan karakter atlet di Indonesia.
Dilansir dari Kompas, penyelenggaraan musim ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Season Zero yang diadakan akhir tahun lalu. Pihak penyelenggara memproyeksikan kompetisi ini sebagai infrastruktur jangka panjang bagi pengembangan student-athlete di tanah air.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyatakan bahwa potensi mahasiswa sangat besar untuk mengisi berbagai sektor industri meski tidak semua menjadi atlet profesional. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers saat peresmian berlangsung di Jakarta.
"Statistik menunjukkan bahwa 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional." ujar Ryan Gozali, CEO Campus League.
Pihak manajemen menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama di balik kemasan kompetisi ini.
"Namun, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri," ujar Ryan Gozali, CEO Campus League.
Berbeda dengan Musim 0 yang hanya fokus di Jakarta dan Yogyakarta, Musim 1 melakukan ekspansi ke Samarinda, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Cabang olahraga basket, bulu tangkis, dan futsal akan dipertandingkan secara berkelanjutan hingga Desember 2026.
Sebagai penutup rangkaian, ajang UniGames akan digelar di Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci. Sejumlah cabang tambahan seperti taekwondo, kempo, jujitsu, gulat, biliar, sepak bola putri, basket 3x3, hingga atletik akan diperlombakan demi memperebutkan gelar Grand Champions.
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, mengonfirmasi adanya pembaruan regulasi pemain sesuai arahan federasi nasional. Setiap tim basket kini diperbolehkan menyertakan satu pemain profesional dan satu pemain asing dalam skuat mereka.
"Sesuai arahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro. Terlebih jika pemain tersebut menerima beasiswa jalur prestasi dari kampusnya, sudah selayaknya ia diberi wadah untuk membela almamaternya," kata Dave Leopold, Head of Competition Campus League.
Turnamen ini mengadopsi standar Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dan diawasi langsung oleh Perbasi sebagai wadah pembinaan tim nasional. Syarat usia peserta dibatasi maksimal bagi mahasiswa kelahiran tahun 2003.
Dukungan dari sektor swasta juga mengalir melalui kemitraan strategis guna menunjang keberlangsungan program pengembangan atlet muda ini. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, memberikan pandangannya mengenai investasi di bidang olahraga kampus.
ÔÇ£Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah pengembangan manusia. Melalui kompetisi terstruktur seperti Campus League, kita tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda," kata Merlin, Direktur PT Bayan Resources Tbk.
Senada dengan hal tersebut, pihak industri teknologi melihat adanya korelasi kuat antara dinamika olahraga dengan dunia kerja profesional. Dukungan diberikan untuk mengawal transisi atlet mahasiswa menuju karier di luar arena.
"Kami menyadari bahwa sebagian besar atlet mahasiswa akan merintis karier gemilang di luar arena olahraga, dan Polytron Luxia berkomitmen mengawal setiap langkah transisi mereka," kata Tekno Wibowo, Commercial Director Polytron.
Rangkaian kompetisi akan dibuka melalui cabang basket di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya pada 22-29 April 2026. Sebanyak 24 tim dari 17 perguruan tinggi akan bersaing memperebutkan tiket ke fase nasional di Jakarta pada Juni mendatang.