Sejumlah menteri, wakil menteri, dan pejabat tinggi negara menghadiri kegiatan nonton bareng film berjudul Para Perasuk di XXI Senayan City, Jakarta, pada Selasa (28/4/2026). Kehadiran para tokoh nasional ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya sinematik anak bangsa yang telah mencetak prestasi di kancah internasional.
Dilansir dari Kompas, daftar pejabat yang hadir meliputi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri PPPA Arifah Fauzi, serta jajaran wakil menteri dari berbagai kementerian. Turut serta pula Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily dan Kepala Badan Komunikasi Muhammad Qodari dalam agenda penyaksian film tersebut.
Daftar lengkap pejabat negara yang mengikuti kegiatan nonton bareng:
| Jabatan | Nama Pejabat |
|---|---|
| Menteri Komunikasi dan Digital | Meutya Hafid |
| Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | Arifah Fauzi |
| Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | Veronica Tan |
| Wakil Menteri Pariwisata | Ni Luh Puspa |
| Wakil Menteri Ekonomi Kreatif | Irene Umar |
| Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi | Stella Christie |
| Wakil Menteri Pekerjaan Umum | Diana Kusumastuti |
| Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga | Isyana Bagoes Oka |
| Gubernur Lemhanas | Ace Hasan Syadzily |
| Kepala Badan Komunikasi | Muhammad Qodari |
Film Para Perasuk menyajikan narasi drama dengan sentuhan thriller psikologis yang mengeksplorasi ambisi pribadi dan luka batin manusia. Karya sutradara Wregas Bhanuteja ini sebelumnya telah diputar di Sundance Film Festival, Amerika Serikat, dan mendapatkan sambutan positif berupa standing ovation dari penonton global.
Selain sukses di Amerika, film ini juga meraih penghargaan Best Choreography di Fantaspoa Film Festival yang berlangsung di Brasil. Prestasi internasional tersebut menjadi bukti bahwa perspektif emosional dalam cerita Indonesia mampu diterima dengan baik oleh audiens mancanegara.
Kualitas artistik film ini didukung oleh penampilan sejumlah aktor ternama seperti Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Anggun, serta Chicco Kurniawan. Produksi film berada di bawah naungan Rekata Studio dengan Amalia Fitriani Rusdi dan Adi Ekatama sebagai produser utama.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan nonton bareng ini dapat memicu refleksi mendalam mengenai sisi kemanusiaan yang tersembunyi. Keberhasilan film ini mempertegas posisi sinema Indonesia dalam peta industri kreatif dunia melalui kekuatan naratif dan kedalaman emosinya.