Paramount Pictures secara resmi menetapkan jadwal rilis untuk proyek film horor terbaru yang mempertemukan kembali aktor Nicolas Cage dengan sutradara Osgood Perkins. Film yang sangat dinantikan ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop mulai 14 Januari 2028.
Keputusan penetapan tanggal tersebut, sebagaimana dikutip dari Detikcom, dinilai sangat strategis. Studio memanfaatkan momen akhir pekan Martin Luther King Jr. yang secara historis menjadi waktu menguntungkan bagi peluncuran film genre horor di Amerika Serikat.
Meski banyak spekulasi menyebut karya ini sebagai sekuel dari film Longlegs, pihak internal Paramount menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah lanjutan cerita secara langsung. Film ini dirancang sebagai entitas baru yang berdiri sendiri namun tetap mempertahankan atmosfer kelam yang sama.
Langkah pengembangan proyek baru ini bertujuan untuk menjaga orisinalitas artistik Osgood Perkins. Sang sutradara memang dikenal lebih tertarik mengeksplorasi kedalaman psikologis daripada sekadar mengikuti formula pengulangan kesuksesan film sebelumnya.
Perpindahan jalur distribusi menjadi poin penting dalam pengumuman ini. Setelah film Longlegs (2024) sukses besar di bawah bendera Neon sebagai film independen terlaris, kini kendali penuh distribusi berada di tangan studio raksasa Paramount Pictures.
Antusiasme studio untuk mempercepat jadwal produksi didasari oleh performa finansial film pendahulunya yang luar biasa. Longlegs tercatat sebagai fenomena box office dengan mengantongi pendapatan global lebih dari $128 juta dari biaya produksi yang hanya sekitar $10 juta.
Misteri Peran Nicolas Cage
Hingga saat ini, Paramount masih menutup rapat detail mengenai plot cerita film tersebut. Namun, kembalinya Nicolas Cage menjadi daya tarik utama mengingat performanya sebagai pembunuh berantai di film sebelumnya mendapat banyak pujian kritikus.
Muncul spekulasi di kalangan penggemar mengenai karakter yang akan dimainkan Cage, apakah ia akan memerankan sosok baru atau justru mengungkap asal-usul sisi okultisme yang lebih dalam. Para kritikus memprediksi Perkins akan tetap menggunakan teknik sinematografi yang lambat dan intens sebagai ciri khasnya.
Kehadiran proyek ini di bawah naungan studio besar seperti Paramount membuat industri perfilman mengamati potensi skala teror yang akan dihasilkan. Para penggemar horor kini mulai menandai kalender mereka untuk menyaksikan kolaborasi terbaru duo sineas tersebut pada awal tahun 2028.