Palestine 36 Pimpin Nominasi Critics Awards For Arab Films Ke-10

Palestine 36 Pimpin Nominasi Critics Awards For Arab Films Ke-10
Foto: Ilustrasi Palestine 36 Pimpin Nominasi Critics Awards For Arab Films Ke-10.

Film karya sutradara Palestina Annemarie Jacir berjudul Palestine 36 berhasil memimpin daftar nominasi ajang Critics Awards For Arab Films ke-10. Pengumuman nominasi tersebut dilakukan pada Rabu (29/4/2026) oleh Arab Cinema Center dengan melibatkan rekor 307 kritikus film dari 75 negara.

Dilansir dari Cahaya, film Palestine 36 mengantongi enam nominasi bergengsi dalam kategori film terbaik, sutradara, hingga skenario. Malam penganugerahan penghargaan tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei mendatang di tengah penyelenggaraan Cannes Film Festival.

Persaingan ketat terjadi dengan film Calle Malaga karya Maryam Touzani yang menempati posisi kedua melalui perolehan lima nominasi. Sementara itu, film All ThatÔÇÖs Left of You garapan sutradara Cherien Dabis menyusul dengan mengamankan empat kategori nominasi.

Beberapa judul lain turut memeriahkan daftar peraih nominasi tahun ini. Film Yunan, My FatherÔÇÖs Scent, dan Once Upon a Time in Gaza masing-masing mencatatkan tiga nominasi, sedangkan film nominasi Oscar bertajuk The Voice of Hind Rajab karya Kaouther Ben Hania meraih satu nominasi sutradara terbaik.

Narasi dalam Palestine 36 mengambil latar peristiwa Pemberontakan Arab tahun 1936 melalui lima kisah yang saling berkelindan di desa-desa Palestina. Cerita tersebut menggambarkan perjuangan rakyat melawan kekuasaan kolonial Inggris serta dinamika peningkatan jumlah imigran Yahudi dari Eropa.

Sutradara Annemarie Jacir mengungkapkan aspirasinya mengenai dampak emosional film ini terhadap para penonton. Penegasan tersebut disampaikan dalam sesi wawancara bersama Arab News pada Desember 2025 sebagai bagian dari promosi karya sejarah tersebut.

"Saya berharap orang-orang bisa melihat diri mereka dalam film ini," ujar Annemarie Jacir, Sutradara Palestine 36.

Jacir menekankan bahwa fokus utama karyanya adalah menghadirkan kembali narasi sejarah yang selama ini sempat terabaikan atau sengaja dihapus. Melalui film ini, ia ingin menyampaikan pesan kuat mengenai persatuan rakyat Palestina melawan dominasi asing selama tiga dekade.

"Saya tidak ingin mengajari siapa pun apa pun. Ada banyak sejarah dalam film ini, dan ada banyak sejarah yang telah dihapus. Saya berharap hal itu bisa tersampaikan," kata Annemarie Jacir.

Artikel terkait

Rekomendasi