Oxford United Degradasi ke League One Usai Persiapan Pramusim Buruk

Oxford United Degradasi ke League One Usai Persiapan Pramusim Buruk
Foto: Ilustrasi Oxford United Degradasi ke League One Usai Persiapan Pramusim Buruk.

Oxford United dipastikan terdegradasi ke League One atau kasta ketiga sepak bola Inggris setelah Charlton Athletic mengalahkan Hull City 2-1 pada Sabtu (25/4/2026). Dilansir dari Bola, hasil tersebut membuat klub milik Erick Thohir ini mustahil mengejar poin di zona aman klasemen Divisi Championship.

Meskipun sudah dipastikan turun kasta, Oxford United tetap memetik kemenangan 4-1 saat menjamu Sheffield Wednesday pada Sabtu (25/4/2026). Namun, tambahan tiga poin tersebut tidak mampu menutupi catatan buruk tim yang hanya meraih 11 kemenangan dan mengumpulkan 47 poin dari total 45 pertandingan musim ini.

Kegagalan bertahan di kasta kedua mendapat sorotan tajam dari pengamat sepak bola Inggris. Partisipasi klub dalam turnamen pramusim di Indonesia serta manajemen transfer yang tidak stabil dinilai menjadi pemicu utama merosotnya performa tim sejak awal kompetisi.

Jerome Sale dari BBC Radio Oxford memberikan analisis mengenai keterkaitan berbagai faktor yang menyebabkan kegagalan klub mempertahankan posisi di divisi kedua.

"Apa yang salah? Ini bukan satu hal besar tetapi serangkaian hal yang berkaitan," ujar Jerome Sale, jurnalis BBC Radio Oxford.

Sale menambahkan bahwa jadwal yang disusun manajemen di luar negeri justru memberikan dampak negatif jangka panjang bagi kondisi fisik dan kesiapan pemain dalam menghadapi liga domestik yang kompetitif.

"Jadwal pramusim di Indonesia yang bernasib malang dan jendela transfer musim panas yang stop dan start berkontribusi ke start pelan di mana klub tak bisa pulih," kata Jerome Sale.

Ketidakstabilan tim juga diperburuk oleh keputusan manajemen mengenai posisi kursi kepelatihan yang dianggap terlambat dilakukan saat performa tim mulai menurun.

"Pergantian pelatih yang tepat juga turut berpengaruh," tutur Jerome Sale.

Senada dengan hal tersebut, editor situs Last Word on Sports, Dale Ventham, menyoroti dampak buruk dari tur pramusim yang dilakukan klub ke Indonesia terhadap kesiapan skuad asuhan Gary Rowett.

"Oxford United mengumumkan tur pramusim ke Indonesia, tetapi ini menjadi awal kehancuran bagi tim asuhan Gary Rowett," tulis Ventham.

Ventham mencatat adanya kendala organisasi dan masalah medis yang muncul akibat perjalanan jauh tersebut sehingga tim kehilangan momentum persiapan krusial.

"The UÔÇÖs kehilangan beberapa pemain karena cedera, organisasi acara tersebut buruk, dan membuat skuad tertinggal beberapa minggu dalam hal persiapan menjelang musim baru," tulis Ventham.

Kekalahan dalam tiga pertandingan pembuka liga dianggap sebagai konsekuensi langsung dari kurangnya kematangan taktik dan fisik pemain setelah kembali dari turnamen pramusim.

"Skuad mereka kurang persiapan dan mendapati diri mereka harus mengejar ketertinggalan sejak hari pertama," tulis Ventham.

Manajer Oxford United, Gary Rowett, juga sempat mengeluhkan kondisi pemainnya yang harus bertanding terlalu dini di tengah risiko cedera yang tinggi. Sejumlah pemain pilar seperti Ciaron Browns hingga penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, mengalami cedera serius pasca turnamen tersebut.

"Kami terpaksa menurunkan beberapa pemain setelah kehilangan banyak pemain di Indonesia karena kami merumput terlalu dini, ada efek berantainya," tutur Rowett pada akhir Juli.

Akibat cedera yang diderita sejak pramusim, Ole Romeny kehilangan separuh musim dan baru bisa kembali bermain pada November. Penyerang andalan Garuda tersebut mengakhiri musim dengan 18 penampilan tanpa mencetak gol maupun assist untuk Oxford United.

Artikel terkait

Rekomendasi