Oscar Ubah Aturan Akting Izinkan Dua Nominasi dalam Satu Kategori

Oscar Ubah Aturan Akting Izinkan Dua Nominasi dalam Satu Kategori
Foto: Ilustrasi Oscar Ubah Aturan Akting Izinkan Dua Nominasi dalam Satu Kategori.

Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) resmi merombak tradisi puluhan tahun terkait mekanisme pemungutan suara untuk kategori akting. Dilansir dari Detikcom, perubahan ini dirancang untuk memberikan ruang lebih luas bagi prestasi aktor sekaligus memperkuat aspek legalitas citra digital di era kecerdasan buatan.

Perubahan paling signifikan dalam aturan baru ini adalah izin bagi seorang aktor untuk mendapatkan dua nominasi dalam kategori yang sama pada tahun yang sama. Kebijakan tersebut menandai pergeseran besar dari protokol sebelumnya yang telah berlaku sangat lama di industri perfilman global.

Pada aturan lama, jika seorang pemeran memperoleh suara yang cukup untuk dua peran berbeda dalam satu kategori akting, maka hanya satu peran dengan suara tertinggi yang berhak maju. Sementara itu, peran lainnya akan otomatis digugurkan oleh pihak Akademi agar tidak terjadi pemisahan suara dalam nominasi.

Langkah progresif ini diambil sebagai upaya untuk menekan praktik yang dikenal sebagai "category fraud". Strategi tersebut sering dilakukan tim kampanye studio dengan mengarahkan penampilan utama seorang aktor ke kategori pendukung agar peluang menang menjadi lebih besar atau menghindari persaingan internal.

Kasus aktris Kate Winslet pada tahun 2008 menjadi salah satu rujukan utama dalam keputusan ini. Saat itu, Winslet memenangkan Golden Globe untuk kategori utama di film Revolutionary Road dan kategori pendukung di film The Reader. Namun, pihak Oscar menilai kedua penampilan tersebut masuk dalam kategori peran utama.

Berdasarkan regulasi lawas, salah satu peran Winslet harus dikorbankan demi menjaga integritas pemungutan suara. Dengan adanya pembaruan di tahun 2026 ini, aktor yang memiliki dua karya gemilang dalam kategori yang sama tidak perlu lagi mengkhawatirkan pembatalan salah satu nominasinya.

Proteksi Terhadap Ancaman Kecerdasan Buatan

Selain soal mekanisme nominasi, Akademi kini menyisipkan klausul ketat mengenai penggunaan teknologi digital. Aturan ini menegaskan bahwa hanya peran yang dilakukan oleh manusia secara fisik dan nyata dengan persetujuan yang sah yang memenuhi syarat untuk masuk dalam nominasi Oscar.

Kebijakan tersebut merupakan reaksi industri terhadap penggunaan citra digital aktor yang kian masif. Salah satu pemicu diskusi intensif ini adalah laporan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk merekonstruksi penampilan Val Kilmer dalam film bertajuk "As Deep as the Grave".

Melalui aturan terbaru ini, setiap peran yang sepenuhnya dihasilkan melalui rekonstruksi AI tanpa landasan performa fisik manusia tidak akan bisa diakui secara sah. Akademi kini memiliki hak prerogatif untuk melakukan audit kreatif terhadap setiap produksi film yang menggunakan teknologi generatif.

Penegasan Kreativitas Manusia

Pihak penyelenggara berhak meminta rincian informasi dari produser mengenai sejauh mana AI digunakan dalam sebuah karya. Hal ini bertujuan untuk memastikan seberapa besar porsi kreativitas manusia yang benar-benar terlibat dalam proses pembuatan naskah maupun akting.

Dalam kategori penulisan, aturan tersebut secara resmi mengodifikasi bahwa naskah film wajib ditulis oleh manusia agar bisa dikualifikasikan. Meskipun teknologi terus berkembang, pesan yang dikirimkan Akademi tetap tegas bahwa Oscar adalah ajang perayaan bagi kesenian yang dihasilkan oleh manusia.

Rangkaian pembaruan aturan ini akan mulai diberlakukan secara penuh pada musim penghargaan mendatang. Kondisi ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan dan strategi kampanye film yang dilakukan oleh studio-studio besar di Hollywood mulai tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi