Nicky Butt Kritik Sikap Alejandro Garnacho Usai Pindah ke Chelsea

Nicky Butt Kritik Sikap Alejandro Garnacho Usai Pindah ke Chelsea
Foto: Ilustrasi Nicky Butt Kritik Sikap Alejandro Garnacho Usai Pindah ke Chelsea.

Mantan Kepala Pengembangan Pemain Muda Manchester United, Nicky Butt, melontarkan kritik tajam terhadap sikap Alejandro Garnacho yang dinilai memicu drama saat proses kepindahannya ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2026. Penilaian tersebut didasari pada pengamatan Butt terhadap perkembangan sang pemain sejak di akademi hingga promosi ke tim utama.

Kritik ini mencuat setelah Garnacho tampil membela Chelsea melawan mantan klubnya tersebut di laga pekan ke-33 Liga Inggris pada Minggu dini hari, 19 April 2026. Sebagaimana dilansir dari Bola, Butt menganggap performa tidak stabil Garnacho di lapangan dipicu oleh perasaan sang pemain yang sudah merasa menjadi megabintang terlalu dini.

Butt mengenang masa awal kedatangan pemain sayap tersebut ke Old Trafford saat masih berusia remaja. Ia menekankan bahwa Garnacho memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi sejak bergabung dengan jajaran pemain muda lainnya.

"Dia menandatangani kontrak saat berusia 16 tahun," kata Butt.

Mantan manajer akademi tersebut menjelaskan konteks perekrutan Garnacho yang dilakukan bersamaan dengan pemain muda lainnya. Ia mengakui adanya sisi kompetitif dan karakter kuat dalam diri sang pemain sejak lama.

"Saat itu saya adalah manajer akademi dan dia menandatangani kontrak dalam kesepakatan di mana mereka juga merekrut Alvaro (Carreras)," ujar Butt.

Sosok yang juga anggota Class of 92 ini memaparkan pengamatannya mengenai kepribadian Garnacho selama berada di lingkungan klub. Menurutnya, ada kecenderungan sang pemain merasa telah mencapai puncak prestasi sebelum waktunya.

"Garnacho selalu agak pendiam, dia memiliki pendapat yang tinggi tentang dirinya sendiri," tutur Butt.

Peningkatan status yang terlalu instan menjadi sorotan utama Butt dalam wawancara tersebut. Ia meyakini bahwa ekspektasi tinggi dan label bintang yang melekat terlalu cepat justru menjadi beban bagi perkembangan karier Garnacho.

"Saya pikir dia memiliki keunggulan tersendiri. Dan ketika dia masuk ke tim utama, saya hanya akan mengatakan apa yang saya pikirkan karena saya ada di sana, dia terlalu cepat melampaui batas kemampuannya," jelas Butt.

Pencapaian individu yang gemilang, seperti gol tendangan salto yang sempat viral, dianggap Butt turut andil dalam pembentukan mentalitas superstar tersebut. Meski tidak mempermasalahkan gaji besar pemain muda, Butt menyayangkan hilangnya kerendahan hati.

"Dia terlalu cepat mendapatkan status superstar. Dan itu bukan mantan pemain yang mengatakan mereka dibayar terlalu banyak, saya harap pemain muda dibayar jutaan, tetapi dia terlalu cepat mendapatkan status superstar dan dia jelas mencetak gol tendangan salto yang fenomenal," imbuh Butt.

Manajemen Manchester United akhirnya memutuskan untuk melepas Garnacho ke Chelsea pada usia 21 tahun. Keputusan tersebut dinilai Butt sebagai langkah tepat karena adanya laporan mengenai masalah sikap di dalam ruang ganti dan ketidakhormatan terhadap rekan setim.

Butt menekankan bahwa tidak ada pemain yang boleh merasa lebih besar dibandingkan institusi klub. Ia juga menyoroti pernyataan Garnacho dalam sebuah wawancara yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap jatah bermain.

"Garnacho berusia 21 tahun atau berapa pun saat meninggalkan klub, tetapi Anda tidak bisa sombong dan berpikir Anda lebih hebat dari Manchester United," tegas Butt.

Penilaian tersebut berlanjut pada permintaan Butt agar pemain muda tetap membumi meski memiliki ambisi besar. Ia membandingkan kepercayaan diri Garnacho dengan kemampuan teknis yang menurutnya masih perlu banyak pembuktian.

"Dalam sebuah wawancara baru-baru ini yang saya tonton, dia berkata, 'Saya pikir saya seharusnya bermain di setiap pertandingan'. Saya berpikir, pertama, Anda bahkan tidak sebagus itu, dan kedua, Anda masih muda, bersikaplah rendah hati," cetus Butt.

Dalam analisisnya, Butt kemudian membandingkan mentalitas Garnacho dengan lulusan akademi lainnya, Anthony Elanga. Meskipun Elanga dinilai memiliki disiplin permainan yang lebih baik, Butt mengakui bahwa Garnacho memiliki ketangguhan mental yang unik.

"Yang ingin saya katakan adalah dia sangat kuat secara mental. Kami memiliki seorang pemain bernama Anthony Elanga, saya pikir dia lebih baik, jika dia menyerang bek kanan dan kalah dalam tiga percobaan pertama, dia tidak akan melakukannya lagi," ungkap Butt.

Keunggulan utama Garnacho terletak pada keberaniannya untuk terus mencoba meski mengalami kegagalan berulang kali. Sifat inilah yang terkadang membuahkan momen-momen ajaib di lapangan hijau bagi timnya.

"Dia tidak ingin kehilangan bola. Dia berbeda sekarang. Garnacho memiliki mentalitas untuk terus maju, itu adalah kekuatan terbesarnya dan itulah mengapa sesekali dia akan melakukan sesuatu yang luar biasa. Dia memiliki kepercayaan diri yang besar," pungkas Butt.

Pada pertandingan terbaru di Stamford Bridge, Manchester United berhasil mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0. Garnacho masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-17, namun gagal mencegah gol kemenangan lawan yang dicetak oleh Matheus Cunha setelah assist dari Bruno Fernandes.

Artikel terkait

Rekomendasi