Aktris Nana eks After School menghadiri persidangan perdana kasus perampokan rumahnya di Pengadilan Distrik Uijeongbu pada Selasa (21/4/2026). Dalam persidangan tersebut, bintang drama Korea Climax ini memberikan kesaksian emosional terkait insiden yang menyebabkan ibunya terluka hingga pingsan.
Dilansir dari Wolipop, Nana datang bersama tim kuasa hukum dengan penampilan sederhana menggunakan masker dan topi. Situasi di ruang sidang sempat memanas saat ia mengonfrontasi terdakwa secara langsung sebelum diminta tenang oleh hakim agar persidangan tetap berjalan lancar.
"Apa kau menikmati ini? Tatap mataku," ujar Nana, Aktris.
Merespons instruksi hakim agar menjaga emosi demi kelancaran proses hukum, Nana menegaskan sulitnya menahan perasaan atas peristiwa traumatis tersebut. Penegasan itu disampaikan sebelum ia merinci kronologi kejadian yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) pukul 6 pagi.
"Tidak mungkin aku tidak merasa emosional," kata Nana, Aktris.
Kejadian bermula saat Nana mendengar rintihan ibunya dan menyadari adanya orang asing di dalam rumah mereka. Ia mengaku sempat mencoba memisahkan ibunya dari pelaku meskipun merasa sangat gelisah dengan situasi berbahaya tersebut.
"Aku langsung merasakan bahaya, jadi aku mencoba bergerak sehati-hati mungkin. Ketika melihat apa yang terjadi, aku sangat gelisah dan merasa harus memisahkan ibuku dari pria itu," jelas Nana, Aktris.
Perkelahian fisik sempat terjadi karena Nana berupaya melindungi ibunya dari ancaman senjata tajam. Akibat tindakan pembelaan diri itu, Nana mengalami luka gores di bagian leher yang mengakibatkan pendarahan.
"Aku tidak membayangkan dia membawa pisau dan berpikir aku harus merebutnya. Tapi melihat perilakunya, aku menyadari dia memegang pisau dan bisa melukai ibuku kapan saja. Secara naluriah, aku bertindak untuk membela diri," timpal Nana, Aktris.
Pihak berwajib berhasil mengamankan pelaku setelah ibu Nana menelepon polisi atas isyarat dari putrinya. Meskipun pelaku sempat menggugat balik atas tuduhan percobaan pembunuhan, kepolisian menolak meneruskan gugatan tersebut karena tindakan Nana dinilai sebagai bentuk pertahanan diri.