Sekuel film The Devil Wears Prada resmi menampilkan kembali berbagai elemen mode ikonik yang pernah menjadi fenomena budaya global. Sebagaimana dilansir dari Lifestyle, desainer kostum Molly Rogers sengaja membawa kembali sweater biru cerulean milik karakter Andy Sachs dalam film yang dirilis pada Mei 2026 tersebut.
Aktris utama Meryl Streep, Anne Hathaway, dan Emily Blunt kembali memerankan karakter asli mereka dengan balutan busana yang mencerminkan posisi baru di industri mode tahun 2026. Setiap potongan pakaian dirancang khusus untuk menggambarkan perkembangan karier para tokoh setelah dua dekade berlalu sejak film pertama.
Molly Rogers menjelaskan bahwa sweater biru cerulean merupakan benda pertama yang ia rencanakan untuk muncul kembali setelah dirinya membaca naskah sekuel ini. Keputusan tersebut diambil untuk menghidupkan kembali memori kolektif para penggemar setia film bertema redaksi majalah mode itu.
"I harus memasukkan sweater biru cerulean itu kembali. Benda tersebut telah melewati tahun-tahun yang panjang dan tetap memiliki tempat spesial di hati penonton," tutur Molly Rogers.
Sweater legendaris itu ditemukan kembali di arsip lengkap dengan noda sup jagung asli dari produksi film pertama. Namun, Andy Sachs kini mengenakannya dalam bentuk rompi atau sweater vest dengan potongan tangan yang kasar, yang melambangkan transformasinya dari seorang asisten menjadi jurnalis pemenang penghargaan.
Karakter Miranda Priestly yang diperankan Meryl Streep tetap menunjukkan dominasi sebagai pemimpin redaksi majalah Runway melalui penampilan di karpet merah. Miranda tampil mengenakan gaun merah megah dari rumah mode Balenciaga yang terbuat dari bahan sutra taffeta.
Rogers dan Streep bersepakat bahwa karakter yang dijuluki "sang iblis" tersebut harus kembali muncul dengan warna merah yang berani dan kuat. Penampilan ini juga dilengkapi dengan jaket rumbai dari Dries Van Noten sebagai bentuk penghormatan terhadap gaya masa lalu.
Di sisi lain, karakter Andy Sachs kini menjabat sebagai editor fitur di majalah Runway dengan gaya yang lebih maskulin menggunakan jaket vintage Giorgio Armani. Terdapat pula penggunaan tas Coach yang sudah tampak lama terpakai untuk menunjukkan kepraktisan Andy sebagai pelapor di lapangan.
Pada salah satu adegan di Milan, Andy dan Miranda terlihat mengenakan koleksi Armani Prive sebagai bentuk penghormatan bagi desainer Giorgio Armani yang wafat pada September tahun lalu. Sementara itu, Emily Charlton yang diperankan Emily Blunt kini menduduki posisi senior di rumah mode Dior.
Rogers awalnya sempat merencanakan penggunaan blus Dior secara terbalik agar label merek terlihat jelas saat Emily berjalan, meski ide tersebut akhirnya dibatalkan. Pada bagian akhir film, Emily tampil lebih tajam dengan dasi kulit tipis saat bekerja untuk merek Coach.
Tren penggunaan dasi dan pakaian pria pada wanita menjadi salah satu pesan gaya utama yang ingin ditonjolkan Rogers dalam film ini. Penggunaan elemen tersebut mencerminkan ambisi dan kekuasaan wanita karier di puncak industri mode saat ini.