Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso memberikan lampu hijau bagi pelatih Cesc Fabregas untuk pindah ke Chelsea jika muncul tawaran resmi dari klub Liga Inggris tersebut. Penegasan ini disampaikan pada Jumat (24/4/2026) menyusul rumor Fabregas sebagai kandidat pelatih tetap The Blues, dilansir dari Bola.
Fabregas saat ini tengah membawa Como 1907 bersaing di posisi lima besar klasemen Liga Italia. Meski Chelsea telah menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim pasca pemecatan Liam Rosenior, nama Fabregas tetap santer dikaitkan dengan kursi kepelatihan di Stamford Bridge.
Mirwan Suwarso menyatakan bahwa pihak manajemen tidak akan menghalangi ambisi pribadi mantan pemain tim nasional Spanyol tersebut. Ia menekankan bahwa kebahagiaan personel menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan masa depan karier di klub milik Keluarga Hartono itu.
"Jika itu membuatnya bahagia, itu urusannya," ujar Mirwan Suwarso dilansir dari City AM pada Jumat (24/4/2026).
Klub berupaya menjaga komitmen kerja dalam jangka panjang, namun Mirwan menyadari adanya kebebasan bagi individu untuk memilih jalur profesionalnya. Kepindahan ke London dipandang sebagai opsi yang terbuka sepenuhnya bagi Fabregas.
"Anda ingin karyawan Anda tetap bersama Anda selama mungkin, tetapi pada akhirnya kami tidak memilikinya dan dia bebas pergi ke Chelsea jika dia mau," imbuh Mirwan.
Status kepemilikan saham Fabregas di Como 1907 dipastikan tetap aman meskipun ia berpindah tugas melatih ke Inggris. Bersama Thierry Henry, Fabregas merupakan pemegang saham minoritas di klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia tersebut.
Pemisahan antara urusan manajerial dan kepemilikan bisnis menjadi poin utama yang ditekankan Mirwan. Menurutnya, selama Fabregas tidak melatih klub rival di Italia, posisinya sebagai pemangku kepentingan tetap berlaku.
"Bisnis adalah bisnis, ide adalah ide," tambahnya.
Pihak manajemen Como memandang situasi ini secara pragmatis tanpa mengedepankan sentimen emosional berlebih. Keputusan yang diambil akan didasarkan pada logika profesionalisme sepak bola modern.
"Kita harus melihat segala sesuatu dengan cara yang masuk akal, bukan? Itu akal sehat," ungkap Mirwan Suwarso.
Di sisi lain, Fabregas sendiri sempat dikaitkan dengan posisi pelatih Timnas Italia sebelum namanya mencuat di bursa pelatih Chelsea. Namun, pria yang pernah membela Chelsea selama empat setengah tahun ini masih fokus pada tugasnya di lapangan setiap hari.
"Mungkin suatu hari nanti, tapi untuk sekarang saya terlalu banyak berperan sebagai pelatih," katanya kepada Marca.
Fabregas menegaskan bahwa saat ini ia lebih menikmati interaksi langsung dengan pemain muda dan persiapan taktis di level klub. Menjadi pelatih tim nasional dinilai belum sesuai dengan gairah kerjanya yang ingin terlibat aktif setiap hari di lapangan.
"Ketika saya mengatakan saya seorang pelatih, saya perlu berada di lapangan setiap hari bersama para pemain, bersama para pemain muda, mempersiapkan pertandingan."
Ambisi jangka pendeknya tetap berpusat pada mengamankan tiket Liga Champions bagi Como 1907. Ia mengakui bahwa tantangan melatih tim nasional mungkin akan diambil pada masa mendatang saat usianya sudah lebih matang.
"Bekerja untuk tim nasional akan sedikit membosankan bagi saya saat ini. Di masa depan, ketika saya sedikit lebih tua, siapa tahu," imbuh Fabregas.