Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Banjarmasin Seri 2 2025-2026 sukses menjaring minat ratusan atlet muda. Sebanyak 661 siswi dari 49 Sekolah Dasar (SD) berpartisipasi dalam ajang yang berlangsung di Green Yakin Soccer Field, Banjar, mulai 30 April hingga 3 Mei.
Dilansir dari Suara, tingginya antusiasme peserta ini menunjukkan potensi besar sepak bola putri di wilayah Kalimantan. Meski kompetisi lokal masih minim, gairah anak-anak perempuan untuk mengolah si kulit bundar tetap terlihat sangat menonjol selama turnamen berlangsung.
Persaingan sengit terjadi di dua kategori usia yang dipertandingkan. Pada Kelompok Usia (KU) 10, SDN Pagatan Besar berhasil mengamankan gelar juara setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas SDN Sungai Andai 4 di partai final.
Miftahul Gina menjadi sosok kunci bagi SDN Pagatan Besar dengan performa impresifnya. Selain membawa timnya juara, ia juga dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak setelah mengoleksi total 12 gol sepanjang turnamen.
"Saya sangat senang. Pertandingannya sulit, tapi saya bersyukur bisa mencetak gol," ujar Gina.
Sementara itu, gelar juara kategori KU 12 diraih oleh SDN Sungai Lulut 1. Mereka memastikan podium tertinggi setelah menundukkan SDN Telaga Biru 1 dengan skor akhir 1-0 lewat gol tunggal yang dicetak oleh Ade Septiyana Putri.
Dorongan Pembentukan SSB Khusus Putri
Legenda sepak bola nasional sekaligus Direktur Akademi Borneo FC, Jacksen F. Tiago, memberikan perhatian khusus terhadap fenomena ini. Ia menilai antusiasme besar para siswi tersebut harus dikelola melalui jalur pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan.
Jacksen mendorong lahirnya lebih banyak Sekolah Sepak Bola (SSB) yang secara spesifik fokus pada pembinaan pemain putri di Kalimantan Selatan. Langkah ini dianggap krusial agar bakat-bakat yang muncul dari turnamen tidak hilang begitu saja.
"Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri di Banjarmasin. Kami berharap lebih banyak SSB yang fokus membina pemain putri," kata Jacksen.
Menurutnya, konsistensi dalam menyelenggarakan kompetisi dan menyediakan wadah latihan akan membuka peluang bagi Kalimantan Selatan untuk melahirkan pemain berkualitas di level nasional.
"Jika konsistensi ini terjaga, Kalimantan Selatan berpeluang melahirkan pemain-pemain putri berkualitas," ujarnya.
Program Latihan Intensif dan Persiapan All-Stars
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yang juga menjabat Ketua Asprov PSSI Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, turut memberikan dukungan penuh bagi ajang pencarian bakat ini.
"Kita mencari bibit-bibit terbaik agar sepak bola putri mampu meraih prestasi di masa depan," ujar Hasnuryadi.
Sebagai tindak lanjut dari turnamen ini, sebanyak 25 pemain terbaik hasil seleksi akan menjalani program latihan intensif. Mereka dijadwalkan berlatih tiga kali sepekan di bawah arahan langsung tim pelatih MLSC untuk mengasah kemampuan teknis dan fisik.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, berharap program ini menjadi fondasi awal bagi manajemen atlet yang lebih profesional di daerah.
"Mudah-mudahan ini menjadi titik awal pembinaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan terarah," kata Merlin.
Para pemain pilihan dari Banjarmasin ini nantinya akan dikirim untuk bersaing dengan perwakilan dari 11 kota lainnya. Ajang All-Stars tersebut rencananya bakal digelar di Kudus, Jawa Tengah, pada 24 hingga 28 Juni 2026 mendatang.