Pertandingan pekan ke-34 Serie A 2025-2026 yang mempertemukan AC Milan melawan Juventus berakhir dengan skor kacamata di Stadion San Siro. Duel dua raksasa Liga Italia ini diwarnai dengan kebuntuan kedua tim dalam memaksimalkan peluang di depan gawang.
Seperti dikutip dari Bola, laga berlangsung sengit dengan total 18 upaya tembakan yang dilepaskan oleh kedua kesebelasan. Meski demikian, efektivitas serangan tergolong rendah dengan angka ekspektasi gol (xG) Milan hanya 0,61 dan Juventus sebesar 0,48.
Skuad Rossoneri bahkan tercatat hanya mampu melepaskan satu tendangan tepat sasaran ke arah gawang sepanjang jalannya laga. Kondisi ini memperpanjang catatan buruk lini serang Milan di kandang sendiri.
Hasil imbang tanpa gol ini menandai pertama kalinya Milan gagal mencetak gol dalam dua laga kandang beruntun sejak akhir 2024. Saat itu, tim asuhan Paulo Fonseca mengalami situasi serupa pada periode Oktober hingga November.
Statistik menunjukkan performa lini depan Milan sedang menurun drastis di kancah domestik. Tim asal kota mode ini gagal membobol gawang lawan dalam tiga dari empat pertandingan Serie A terakhir mereka.
Jumlah kegagalan mencetak gol dalam empat laga tersebut menyamai catatan negatif Milan dalam 35 pertandingan sebelumnya. Kondisi ini menempatkan tim dalam situasi krisis mini menjelang akhir musim.
Dahaga Gol Christian Pulisic
Fokus perhatian tertuju pada sosok penyerang Christian Pulisic yang kini tengah berjuang menemukan kembali ketajamannya. Pemain asal Amerika Serikat tersebut belum menyumbangkan gol dalam 16 penampilan terakhirnya di Serie A.
Catatan ini menjadi rekor puasa gol terlama bagi Pulisic sejak masa sulitnya saat masih membela Chelsea pada rentang Oktober 2022 hingga Mei 2023. Pelatih Massimiliano Allegri pun memberikan pembelaan terhadap anak asuhnya tersebut.
"Dia orang yang sangat sensitif, fakta bahwa dia tidak mencetak gol tambah mempengaruhinya," ujar Allegri di DAZN.
Allegri juga menyoroti peran Pulisic yang saat ini lebih banyak terlibat dalam pertarungan fisik dan tekel di lapangan. Hal tersebut dinilai menguras energi sang pemain dalam melakukan penyelesaian akhir.
"Dia pemain yang sering terlibat dalam tekel dan lebih banyak berjuang, dia lebih menderita karena hal ini," tutur Allegri.
Selain faktor individu, skema permainan tim juga dianggap memberikan pengaruh terhadap performa sang penyerang. Allegri mengakui bahwa absennya penyerang lubang atau target man murni turut menyulitkan pergerakan Pulisic di area penalti.
"Saya harus mencoba memberikan keseimbangan pada tim, ia juga lebih menderita karena kami bermain tanpa penyerang tombak," kata Allegri.