Manajer Arsenal Mikel Arteta menekankan krusialnya aspek kondisi fisik pemain dalam mempertahankan standar performa tinggi di kompetisi papan atas. Hal ini disampaikan menjelang pertandingan pekan ke-24 Liga Inggris antara Arsenal melawan Fulham di Emirates Stadium pada Sabtu (2/5/2026).
Kualitas individu dan kolektif yang prima dianggap sebagai buah dari kebugaran yang maksimal, sebagaimana dilaporkan oleh Bola. Arteta memberikan contoh pertandingan semifinal Liga Champions yang mempertemukan Bayern Muenchen dengan Paris Saint-Germain sebagai standar tertinggi permainan saat ini.
ÔÇ£Ketika saya melihat pertandingan itu, Bayern vs PSG, itu mungkin pertandingan terbaik yang pernah saya saksikan dalam hal kualitas kedua tim dan terutama kualitas individu yang ditunjukkan para pemain, saya belum pernah melihat sesuatu seperti ini,ÔÇØ kata Arteta, Pelatih Arsenal.
Kondisi fisik disebut sang pelatih sebagai pembeda utama yang memungkinkan para pemain tampil luar biasa sepanjang laga. Ia beranggapan bahwa menit bermain yang tinggi tidak menghalangi performa jika didukung oleh tingkat kesehatan fisik yang memadai.
ÔÇ£Namun, ketika saya melihat jumlah menit bermain dan kebugaran para pemain tersebut, saya tidak terkejut,ÔÇØ ujar Arteta, Pelatih Arsenal.
Penilaian mengenai perbandingan antar liga juga menjadi perhatian Arteta dalam sesi tersebut. Ia menyatakan bahwa membandingkan kualitas liga secara langsung sering kali tidak adil karena adanya perbedaan intensitas serta jadwal kompetisi yang signifikan.
ÔÇ£Untuk memberikan kualitas sebanyak itu, Anda harus sangat bugar dan perbedaan liga serta cara mereka bersaing sangatlah besar. Dan Anda hanya perlu melihat banyak statistik baru-baru ini. Kita membandingkan dua dunia yang berbeda. Anda tidak dapat membandingkan satu bagian saja tanpa konteks di sekitarnya, saya rasa itu tidak adil,ÔÇØ jelas Arteta, Pelatih Arsenal.
Arsenal saat ini tengah menghadapi jadwal padat karena masih berkompetisi di empat ajang berbeda. Situasi ini telah memicu masalah cedera bagi skuad The Gunners, termasuk absennya Kai Havertz serta Jurrien Timber, dan kondisi Martin Odegaard yang masih diragukan.
Pertemuan melawan Fulham berlangsung di tengah jadwal semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid setelah Arsenal bermain imbang 1-1 pada leg pertama. Kemenangan atas Fulham bakal membawa Arsenal unggul enam poin dari Manchester City yang memiliki sisa pertandingan lebih banyak.