Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melayangkan protes keras setelah wasit membatalkan keputusan penalti bagi timnya dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid di markas Atletico. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1 yang dilaporkan dilansir dari Suara.
Hasil seri tersebut dipicu oleh gol penalti Viktor Gyokeres pada menit ke-44 yang membawa Arsenal unggul sementara. Namun, Atletico Madrid berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi titik putih Julian Alvarez di menit ke-56 sebelum insiden kontroversial terjadi.
Eberechi Eze dijatuhkan oleh David Hancko di area terlarang yang awalnya membuat wasit Danny Makkelie menunjuk titik putih untuk Arsenal. Keputusan tersebut dianulir setelah intervensi VAR dan peninjauan ulang melalui monitor di pinggir lapangan yang memicu reaksi keras dari bangku cadangan tim tamu.
"Hal yang membuat saya sangat marah adalah bagaimana penalti Ebs dibatalkan, padahal tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata," ujar Arteta, Manajer Arsenal.
Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa perubahan keputusan oleh pengadil lapangan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap ritme dan hasil akhir pertandingan di level kompetisi tertinggi Eropa.
"Ini mengubah pertandingan. Di level ini, hal seperti itu tidak boleh terjadi," tegas Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta juga menyoroti durasi dan proses pengambilan keputusan wasit yang dianggapnya tidak konsisten dengan kontak fisik yang terjadi di lapangan antara Eze dan Hancko.
"Ada kontak yang jelas. Dia sudah membuat keputusan, dan Anda tidak bisa membatalkannya setelah melihat tayangan berkali-kali," kata Arteta, Manajer Arsenal.
Penegasan mengenai kerugian tim disampaikan Arteta karena satu keputusan wasit dianggap dapat memengaruhi hasil perjuangan skuat selama satu musim penuh. Arsenal dan Atletico Madrid akan kembali bertanding pada laga leg kedua di Emirates Stadium pekan depan guna memperebutkan tiket menuju babak final Liga Champions.