Influencer Meyden Ungkap Dugaan Penipuan Rp400 Juta Terhadap Mendiang Ayah

Influencer Meyden Ungkap Dugaan Penipuan Rp400 Juta Terhadap Mendiang Ayah
Foto: Ilustrasi Influencer Meyden Ungkap Dugaan Penipuan Rp400 Juta Terhadap Mendiang Ayah.

Influencer Meyden mengungkapkan temuan catatan pribadi milik mendiang ayahnya yang berisi dugaan penipuan uang sebesar Rp400 juta oleh pria bernama Edwar Aidi, pada Selasa (23/4/2026). Fakta pilu ini terungkap tak lama setelah sang ayah ditemukan meninggal dunia di kediamannya di tengah suasana duka keluarga.

Penemuan dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai beban yang dipikul almarhum semasa hidupnya. Dilansir dari Suara, catatan yang ditulis tangan tersebut berisi pesan spiritual dan permohonan agar dana yang dipinjamkan segera dikembalikan oleh pihak yang bersangkutan.

"Ya Allah tolong bukakan pintu hati saudara Edwar Aidi untuk mengembalikan uang aku yang dia pinjam sebanyak Rp 400 juta," tulis mendiang ayah dalam catatan yang ditemukan Meyden.

Meyden menyatakan rasa kekecewaannya melalui unggahan di media sosial Instagram karena sang ayah yang dinilainya sangat lugu harus menghadapi kerugian finansial yang signifikan di usia senja. Penemuan ini terjadi saat ia sedang memeriksa barang-barang peninggalan orang tuanya.

"Pas diperiksa ditemuin catatan papaku yang kayak gini. Tega banget sama orang tua. Menipu orang tua yang polos," ujar Meyden, Influencer.

Berdasarkan keterangan tambahan dari istri Hengky BTR tersebut, uang ratusan juta itu awalnya dimaksudkan sebagai instrumen investasi. Almarhum berharap dana tersebut dapat memberikan hasil berkala untuk menopang kebutuhan finansialnya.

"Betul yang aku pernah dengar buat deposito gitu. Tiap bulan dapet uang dari depo Rp400 juta itu. Tapi uangnya dibawa kabur, aku pun nggak tahu orangnya yang mana," jelas Meyden.

Kekosongan tabungan masa tua sang ayah menjadi titik kesedihan terdalam bagi pihak keluarga. Meski demikian, Meyden menegaskan bahwa dirinya tetap bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan ayahnya semasa hidup melalui penghasilannya sebagai kreator konten.

"Dan yang menyakitkan hanya itulah uang sisa-sisa papa untuk di masa tuanya. Tapi Allah kasih aku rezeki yang banyak, jadi papa punya aku untuk kehidupan sehari-hari," ungkap Meyden.

Selain masalah finansial, Meyden juga menjelaskan kronologi meninggalnya sang ayah yang terjadi saat anggota keluarga lain sedang berlibur. Kecurigaan muncul ketika aktivitas harian almarhum di media sosial berhenti secara mendadak selama beberapa hari.

"Tapi sudah tiga hari nggak buat status WA. Kita suruh suami kakak untuk cek ke rumah, ternyata papa sudah meninggal karena jatuh. Yang selalu buatku sedih papa meninggal dalam keadaan sendirian," tutur Meyden.

Keputusan untuk tidak mengajak sang ayah berlibur ke Jakarta didasari oleh pertimbangan kondisi fisik almarhum. Riwayat kesehatan pernapasan menjadi alasan utama keluarga membiarkan sang ayah tetap beristirahat di rumah.

"Nggak bisa. Papa nggak kuat di perjalanan karena dia suka sesak nafas kalau perjalanan jauh. Dia maunya rebahan dan di rumah emang dia lagi sehat-sehat aja," kata Meyden.

Artikel terkait

Rekomendasi