Aktris Melissa Barrera memberikan kritik tajam terhadap keputusan sejumlah pemeran lama untuk kembali membintangi waralaba film Scream setelah dirinya dipecat oleh pihak studio. Pernyataan tersebut disampaikan Barrera dalam wawancara yang dilansir dari Detikcom pada Kamis (7/5/2026).
Barrera menilai langkah para pemain tersebut sebagai upaya untuk membangkitkan nostalgia penonton demi kelanjutan sekuel film horor tersebut. Hal ini terjadi setelah hebohnya kabar pemecatan dirinya akibat menyuarakan dukungan terhadap warga Palestina melalui media sosial.
"Seratus persen. Kurasa semuanya (menjijikkan). Dan mereka harus hidup dengan kenyataan itu. Satu-satunya cara buat melanjutkan film itu adalah dengan melakukan nostalgia-bait sebanyak mungkin," kata Melissa Barrera, Aktris.
Barrera juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami masa sulit selama 10 bulan tanpa pekerjaan dan merasa terisolasi dari rekan-rekan kerjanya di film Scream terdahulu. Ia menyebut tidak ada komunikasi dari tim produksi film kelima dan keenam setelah pemecatannya terjadi.
"Aku dapat pesan-pesan dukungan dari beberapa orang di industri, tapi yang kutemukan adalah pesan pribadi tanpa aksi gak bermakna apa pun," lanjut Melissa Barrera, Aktris.
Di tengah ketidakpastian karier tersebut, sutradara Boots Riley hadir menawarkan peran baru dalam proyek film I Love Boosters (2026). Kesempatan ini datang saat Barrera merasa menderita dan meragukan dukungan dari tim manajemennya sendiri.
"Aku cinta dia. Dia menghubungiku 10 bulan kemudian. 10 bulan menyakitkan tanpa kejelasan, tanpa kerja, menderita, dan tanpa tahu apakah timku juga ada di sisiku. Luar biasa jelek banget deh. Boots bilang dia punya peran buatku dalam filmnya dan menawari main di I Love Boosters," aku Melissa Barrera, Aktris.
Bintang asal Meksiko tersebut menegaskan bahwa keterlibatannya dalam seri Scream sebenarnya telah rampung sesuai kontrak awal. Ia menyatakan kesepakatan kerjanya memang hanya direncanakan untuk film kelima dan keenam saja sebelum tudingan antisemitisme muncul.