Gelandang Arsenal Martin Zubimendi menanggapi tekanan publik terkait kekuatan mental skuat asuhan Mikel Arteta dalam upaya mengejar trofi Premier League dan Liga Champions. Hingga Maret 2026, klub asal London Utara ini tetap kompetitif meski sempat mengalami fluktuasi performa di kancah domestik.
Kegagalan Meriam London pada babak final Carabao Cup dan perempat final FA Cup sempat memicu keraguan terhadap kapasitas mental juara para pemain. Dampak dari hasil minor tersebut sempat membuat posisi tim di klasemen liga bergeser, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
"Memang tak terhindarkan bahwa Anda akan mendengar berita atau kebisingan dari luar," kata Zubimendi, pemain asal Spanyol tersebut.
Mantan pemain Real Sociedad ini menjelaskan bahwa pengalamannya bertahun-tahun di dunia profesional telah membantunya dalam menangani tekanan media maupun suporter. Zubimendi mengaku tetap tenang meski atmosfer kompetisi di Inggris merupakan tantangan baru baginya.
"Selama bertahun-tahun Anda belajar teknik sendiri untuk menyaring semua yang datang. Rasanya saya sudah cukup menguasainya meskipun ini liga baru dan semuanya masih baru. Saya tetap tenang," sambung Zubimendi.
Kondisi klasemen saat ini menunjukkan Arsenal telah kembali ke posisi puncak dengan koleksi 76 poin dari 35 pertandingan. Pesaing terdekat mereka, Manchester City, membuntuti di urutan kedua melalui raihan 70 poin dari 33 laga yang sudah dijalani.
"Musim ini adalah tentang konsistensi - setiap pertandingan penting. Tidak masalah bagi kami di mana kami bermain atau siapa yang kami hadapi, dan saya senang tentang itu karena kami benar-benar fokus di setiap pertandingan dan itu tidak mudah," tegas Zubimendi.
Fokus tim kini terbagi ke kompetisi Eropa saat mereka bersiap menjamu Atletico Madrid dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions. Arsenal mengincar tiket final setelah sebelumnya bermain imbang -1 di Metropolitano.