Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump memastikan tidak memberikan larangan bagi Timnas Iran untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Dilansir dari Kompas, Rubio menyatakan bahwa otoritas Amerika Serikat tidak memiliki masalah terhadap keikutsertaan para atlet asal Iran dalam turnamen sepak bola bergengsi empat tahunan tersebut.
Penegasan ini muncul sebagai respons atas usulan dari utusan khusus Donald Trump yang sebelumnya menyarankan agar posisi Iran digantikan oleh Italia. Rubio menjelaskan bahwa ide tersebut muncul karena adanya kekhawatiran Iran mungkin tidak akan mengirimkan tim mereka ke kejuaraan itu.
"Tidak ada dari AS yang memberi tahu mereka (Iran) bahwa mereka tidak boleh datang," kata Rubio dikutip Associated Press, Jumat (24/4/2026).
Meskipun memberikan lampu hijau bagi para atlet, Rubio mengisyaratkan adanya pengetatan izin masuk bagi sejumlah pendukung atau personel tambahan. Menlu AS tersebut mengklaim terdapat risiko adanya loyalis kelompok milisi yang menyamar sebagai staf pelatih atau jurnalis.
"Masalah dengan Iran bukan terkait atlet mereka sendiri. Ini lebih ke sebagian orang yang mereka bawa bersama mereka," kata Rubio.
Kebijakan keamanan ini bertujuan untuk menyaring individu yang dianggap memiliki afiliasi politik atau militer tertentu. Pemerintah AS berencana untuk melakukan seleksi ketat terhadap visa orang-orang yang mendampingi timnas tersebut.
"Kami mungkin tidak akan membolehkan masuk orang-orang itu, tetapi atlet tetap boleh masuk."
Reaksi Italia Terhadap Usulan Penggantian
Sebelumnya, Paolo Zampolli selaku Utusan Khusus Presiden AS untuk Kemitraan Global secara terbuka mengusulkan Italia sebagai pengganti Iran. Zampolli memicu perdebatan mengenai status kepesertaan Iran yang telah mengantongi tiket putaran final.
Timnas Iran dipastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah melewati babak kualifikasi zona AFC. Sementara itu, Italia gagal melaju setelah menelan kekalahan dalam babak play-off kualifikasi zona UEFA pada awal April lalu.
Namun, usulan dari pihak AS tersebut justru mendapatkan penolakan keras dari otoritas olahraga Italia. Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, menganggap gagasan Zampolli sebagai sebuah penghinaan terhadap integritas olahraga.
"I am offended. You only go to the World Cup if you deserve it," kata Buonfiglio.
Pernyataan Buonfiglio menegaskan bahwa partisipasi di ajang internasional harus didasarkan pada prestasi di lapangan hijau, bukan melalui jalur diplomatik atau pemberian kuota cadangan.