Manchester United berhasil menumbangkan Liverpool dengan skor tipis 3-2 pada pertandingan pekan ke-35 Premier League di Stadion Old Trafford yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 malam WIB. Kekalahan ini memicu protes keras dari pihak tim tamu terkait keputusan wasit.
Dilansir dari Detik Sport, tiga gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak oleh Matheus Cunha pada menit keenam, Benjamin Sesko pada menit ke-14, dan Kobbie Mainoo pada menit ke-77. Sementara itu, Liverpool hanya mampu membalas melalui aksi Dominik Szoboszlai dan Cody Gakpo di babak kedua.
| Tim Tuan Rumah | Skor | Tim Tamu |
|---|---|---|
| Manchester United | 3 | Liverpool |
| Pencetak Gol MU | - | Matheus Cunha (6'), Benjamin Sesko (14'), Kobbie Mainoo (77') |
| Pencetak Gol Liverpool | - | Dominik Szoboszlai (47'), Cody Gakpo (56') |
Pertandingan diwarnai kontroversi saat gol Benjamin Sesko disahkan meski bola tampak menyentuh tangannya sebelum masuk ke gawang. Setelah melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR) yang memakan waktu lama, wasit tetap menyatakan gol tersebut sah tanpa adanya pelanggaran handball.
Manajer Liverpool, Arne Slot, memberikan kritik tajam terhadap kinerja sistem asisten wasit video tersebut setelah timnya merasa dirugikan dalam beberapa momen penting. Slot meragukan keabsahan gol kedua United karena adanya perubahan arah bola saat bersentuhan dengan pemain.
"Jika itu sentuhan [oleh Sesko] yang menurut saya memang demikian -- dalam olahraga bola, ada kurva tertentu dan itu berubah -- itu pasti kontak, maka kita harus berdebat apakah itu cukup untuk membatalkan gol," kata Slot, dilansir dari ESPN.
Slot menilai bahwa keputusan yang dihasilkan oleh intervensi teknologi tersebut cenderung merugikan skuat asuhannya sepanjang kompetisi musim ini berjalan. Ia menegaskan kekecewaannya atas konsistensi keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan.
"It's NO surprise to anyone that if there is a VAR intervention then the decision goes against us!" ujar Slot, Manajer Liverpool.
Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut kemudian membandingkan insiden ini dengan kejadian penalti yang menimpa timnya saat melawan PSG sebelumnya. Slot menyoroti bagaimana VAR seringkali memberikan hasil yang tidak memuaskan bagi The Reds.
"It has been happening to us all season," ucap Slot, Manajer Liverpool.
Selain masalah gol, Slot juga mempertanyakan kebijakan wasit dalam menghentikan jalannya permainan ketika pemain lawan mengalami cedera. Ia melihat adanya ketidakkonsistenan perlakuan wasit dibandingkan dengan laga pekan sebelumnya saat kiper Liverpool membutuhkan perawatan medis.
"Saya rasa tidak ada yang terkejut musim ini bahwa jika ada intervensi VAR, itu merugikan kami. Sepanjang musim selalu sama. Saya ingat PSG di kandang, mendapat penalti karena sentuhan ringan pada [Alexis] Mac Allister, VAR turun tangan dan itu bukan penalti," dia menambahkan.
Kekecewaan Slot memuncak saat mengamati perbedaan standar wasit dalam memimpin durasi permainan dan penanganan pemain cedera di lapangan. Hal ini menurutnya sangat berpengaruh pada ritme permainan yang sedang dibangun oleh Liverpool.
"Minggu lalu, PSG mendapat penalti. Kali ini, wasit menghentikan permainan ketika pemain United cedera di luar lapangan, tetapi minggu lalu permainan berlanjut ketika kiper kami tergeletak di lapangan membutuhkan perawatan," ujarnya Slot, Manajer Liverpool.