Manchester City berhasil memastikan diri lolos ke babak final Piala FA setelah menaklukkan Southampton dengan skor 2-1 pada pertandingan semifinal di Stadion Wembley, London, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. Dilansir dari Bola, kemenangan The Citizens diraih melalui gol dramatis Jeremy Doku dan Nico Gonzalez setelah sempat tertinggal satu gol.
Southampton memberikan perlawanan sengit dan unggul lebih dahulu lewat aksi Finn Azaz pada menit ke-79. Namun, Manchester City merespons cepat melalui gol penyama kedudukan dari Jeremy Doku di menit ke-82, sebelum akhirnya Nico Gonzalez mencetak gol kemenangan tiga menit sebelum waktu normal berakhir.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa pertandingan tersebut berjalan sangat sulit bagi anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa kekuatan lawan sudah ia waspadai sejak awal sebelum laga dimulai.
"Mereka tak terkalahkan dalam 19 pertandingan, jadi saya tidak pernah berpikir ini akan mudah," kata Pep Guardiola.
Pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti dominasi pemainnya yang kurang diimbangi dengan penyelesaian akhir yang tajam. Meskipun penguasaan bola berada di tangan City, mereka baru bisa memecah kebuntuan di menit-menit akhir pertandingan.
"Babak pertama tidak buruk. Kami tidak banyak kebobolan. Di babak kedua, kami bermain di level yang sama seperti saat melawan Burnley, tetapi sayangnya kami sampai di kotak penalti dan kurang klinis," ujar Pep Guardiola.
Guardiola juga memberikan apresiasi tinggi terhadap skema pertahanan Southampton yang disiplin. Ia menilai semangat juang pasukannya menjadi kunci utama dalam membalikkan keadaan di babak kedua.
"Sepak bola itu sulit diprediksi. Pujian besar untuk cara mereka bertahan, cara mereka bermain."
Pernyataan tersebut merujuk pada kokohnya lini belakang lawan yang sempat membuat barisan depan Manchester City frustrasi. Guardiola kembali memuji mentalitas para pemainnya yang terus menekan sepanjang laga.
"Dan, sekali lagi, tim di babak kedua benar-benar luar biasa. Semangat juangnya luar biasa. Kami menciptakan peluang demi peluang," tambah Pep Guardiola.
Kemenangan ini membuka jalan bagi City untuk menambah koleksi trofi domestik mereka musim ini. Guardiola menyadari tantangan di semifinal selalu berat dan meminta timnya bersiap untuk laga puncak.
"Upaya sudah maksimal. Kami tahu ini, semifinal Piala FA. Anda tidak bisa mengharapkan semuanya akan mudah. Kami akan kembali dalam beberapa minggu," tandas Pep Guardiola.
Mengenai peluang meraih tiga gelar domestik atau treble, Guardiola enggan bersikap jemawa. Baginya, ambisi tersebut masih terlalu dini untuk dibicarakan mengingat ketatnya persaingan di kompetisi lain.
"Tidak itu terlalu muluk. Masih jauh," kata Pep Guardiola.
Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memenangkan pertandingan yang ada di depan mata. Pembicaraan mengenai gelar juara baru akan relevan jika mereka sudah mendekati laga penentu.
"Sebelum final dan sebelum pertandingan melawan Aston Villa, barulah saya akan mengatakan bahwa ada peluang. Sekarang masih jauh," ujar Pep Guardiola.
Guardiola juga mengingatkan bahwa posisi mereka di klasemen liga saat ini memerlukan konsentrasi tinggi. Dengan jadwal yang padat, ia meminta tim tetap waspada karena persaingan menuju tangga juara Liga Primer masih dinamis.
"Sekarang kita memulai musim yang terdiri dari lima pertandingan ditambah final Piala FA."
Target jangka pendek menjadi prioritas utama sang pelatih demi menjaga stabilitas performa tim. Ia menutup pernyataannya dengan menyinggung posisi City di liga saat ini.
"Sekarang saya akan mengatakan bahwa gelar Liga Primer hampir lepas. Kami kembali ke posisi kedua. Kemudian kita akan lihat bagaimana hasilnya nanti," tutup Pep Guardiola.