Liverpool menelan kekalahan ke-12 di Premier League musim ini setelah ditundukkan Aston Villa dengan skor 2-4 pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB. Hasil negatif di Villa Park tersebut memperburuk catatan tandang The Reds saat menghadapi tim-tim penghuni papan atas klasemen liga.
Kekalahan ini membuat skuad asuhan Arne Slot telah kebobolan total 52 gol sepanjang musim 2025-2026, yang menjadi angka tertinggi dalam sejarah klub untuk kompetisi format 38 laga. Berdasarkan data yang dilansir dari Bola, tim Merseyside ini juga gagal meraih kemenangan tandang melawan tim sembilan besar musim ini.
Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, memberikan kritik tajam terhadap kondisi fisik dan mental para pemain di bawah asuhan manajer saat ini. Carragher menegaskan bahwa beban besar untuk melakukan perombakan skuat akan berada di tangan Arne Slot pada bursa transfer mendatang.
"Liverpool punya terlalu banyak pemain lemah, baik secara fisik maupun mental, dan itu harus diperbaiki," kata Carragher di Sky Sports.
Legenda klub tersebut menilai ada penurunan kualitas permainan yang sangat signifikan sehingga identitas asli The Reds tidak lagi terlihat di lapangan.
"Sepertinya Arne Slot akan menjadi sosok yang harus memperbaiki ini semua musim depan," lanjut Carragher.
Carragher menambahkan bahwa kekalahan dari Aston Villa, yang diwarnai gol ketiga dari Ollie Watkins ke gawang Giorgi Mamardashvili, merupakan bukti rapuhnya pertahanan tim. Ia melihat indikasi kemunduran ini sudah muncul sejak pekan-pekan awal kompetisi dimulai.
"Liverpool tidak unggul dalam apa pun. Mereka terlihat seperti tim yang sangat biasa saja. Mereka benar-benar dihancurkan," ujar Carragher.
Liverpool sejauh ini hanya mampu meraih satu poin saat bertamu ke markas tim papan atas, yakni hasil seri melawan Arsenal di bulan Januari. Carragher menilai tren ini menunjukkan masalah serius pada kepribadian para pemain di lapangan.
"Hal ini sudah terjadi sejak laga pertama musim ini melawan Bournemouth," kata Carragher.
Pria yang kini menjadi komentator sepak bola itu mengaku terheran-heran melihat posisi Liverpool di klasemen sementara meskipun memiliki statistik pertahanan yang sangat buruk. Ia menyoroti lemahnya lini serang dan buruknya koordinasi lini belakang musim ini.
"Ketika melihat hasil tandang seperti itu, saya selalu berpikir hal tersebut menggambarkan kepribadian dan karakter tim," ujar Carragher.
Kritik pedas juga mengarah pada kapten tim, Virgil van Dijk, yang dianggap tidak lagi memberikan pengaruh dominan dalam menjaga stabilitas pertahanan seperti tahun-tahun sebelumnya.
"I saya benar-benar tidak percaya Liverpool ada di posisi kelima liga. Dengan jumlah kebobolan seperti itu, mereka tidak pernah terlihat berbahaya saat menyerang, lalu melihat rekor tandang mereka," kata Carragher.
Carragher menyayangkan ketiadaan pemain lain yang mampu mengambil tanggung jawab saat sang kapten sedang mengalami penurunan performa secara individu.
"Ini musim pertama saya melihat Van Dijk terlihat seperti manusia biasa dan itu berdampak kepada pemain lain," ujarnya.
Hingga saat ini, manajemen klub dilaporkan masih memberikan kepercayaan penuh kepada manajer Arne Slot untuk memimpin tim menghadapi sisa kompetisi.
"Ketika Van Dijk tidak berada dalam performa terbaik, Anda berharap pemain lain membantu dan mengambil tanggung jawab lebih. Tapi itu tidak terjadi," kata Carragher.