Aktris Lisa Kudrow mengungkapkan pengalaman buruk terkait perilaku kasar dan pelecehan verbal dari tim penulis naskah pria selama proses produksi serial populer Friends yang berlangsung selama 10 musim. Pengakuan ini disampaikan dalam sesi wawancara bersama The Times of London pada 29 April, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kudrow menyebutkan adanya atmosfer kerja yang tidak menyenangkan di balik layar, terutama yang melibatkan interaksi antara pemeran dan penulis naskah. Hal ini sering terjadi saat proses pengambilan gambar berlangsung di lokasi syuting.
"Pasti ada hal-hal jahat yang terjadi di balik layar," kata Lisa Kudrow.
Kudrow menjelaskan bahwa para penulis naskah sering kali memberikan komentar merendahkan jika para aktor melakukan kesalahan kecil. Tekanan tersebut terasa nyata karena proses syuting dilakukan secara langsung di hadapan ratusan penonton studio.
"Jangan lupa kami merekam di depan penonton langsung sebanyak 400 orang, dan jika Anda salah mengucapkan dialog salah satu penulis atau tidak mendapatkan respons yang sempurna, mereka bisa berkata, 'Hei wanita, apa kau gak bisa membaca? Usaha dikit lah. Dia salah mengucapkan dialogku.'" ujar Lisa Kudrow.
Selain perlakuan kasar terkait teknis akting, Kudrow juga menyoroti kebiasaan para penulis yang membicarakan hal-hal berbau seksual. Menurutnya, subjek pembicaraan tersebut sering kali mengarah pada rekan kerjanya di serial tersebut.
"Mereka, juga sering lembur hanya untuk ngebahas fantasi-fantasi seksualnya terhadap Jennifer (Aniston) dan Courteney (Cox). Dan itu sering banget," tambah Lisa Kudrow.
Meskipun menyebut situasi tersebut sangat brutal, Kudrow mengaku tidak terlalu memikirkan hal itu pada masa tersebut. Sebagian besar perilaku buruk tersebut diklaim terjadi tanpa sepengetahuan publik luas selama bertahun-tahun.
Tudingan mengenai perilaku toksik di ruang penulis naskah Friends sebenarnya bukan hal baru. Pada awal tahun 2000-an, mantan asisten penulis bernama Amaani Lyle pernah mengajukan gugatan hukum terhadap Warner Bros. Television terkait masalah serupa di Season 6.
Dalam laporannya, Lyle menuduh para penulis sering melontarkan komentar rasis dan seksual selama bekerja. Namun, gugatan tersebut akhirnya ditolak oleh Mahkamah Agung karena perilaku kasar tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika lingkungan kerja kreatif.