Leicester City dipastikan terdegradasi ke League One atau kasta ketiga Liga Inggris setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Hull City pada Selasa (21/4/2026). Hasil ini membuat klub berjuluk The Foxes tersebut gagal bertahan di Divisi Championship musim depan.
Kegagalan meraih poin penuh membuat Leicester City tertahan di posisi ke-23 klasemen dengan perolehan 42 poin dari 44 pertandingan sebagaimana dilansir dari Bola. Tim asuhan Gary Rowett kini terpaut tujuh angka dari Blackburn Rovers yang menempati zona aman di peringkat ke-21.
Dengan hanya menyisakan dua pertandingan di kompetisi kasta kedua, perolehan poin maksimal Leicester tidak akan bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Penurunan performa ini memaksa Leicester mencicipi kasta ketiga untuk pertama kalinya sejak tahun 2009.
Pertandingan krusial melawan Hull City sejatinya sempat memberikan harapan bagi pendukung Leicester City. Jordan James dan Luke Thomas berhasil membawa timnya unggul 2-1 hingga menit ke-54, namun kemenangan yang sudah di depan mata sirna.
Oliver McBurnie menjadi sosok antagonis bagi The Foxes lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-63. Skor imbang tersebut bertahan hingga peluit akhir dibunyikan dan memastikan nasib tragis bagi mantan juara Premier League tersebut.
Kondisi ini terbilang ironis mengingat Leicester City baru saja merayakan satu dekade sejarah manis mereka saat menjuarai Premier League musim 2015-2016. Kala itu, mereka menciptakan kejutan besar di bawah asuhan Claudio Ranieri dengan mengumpulkan 81 poin dari 38 laga.
Jamie Vardy menjadi tokoh sentral dalam sejarah emas tersebut dengan sumbangan 24 gol di kompetisi tertinggi. Namun, setelah kesuksesan tersebut, grafik penampilan klub terus merosot hingga terdegradasi dari Premier League pada akhir musim 2024-2025.
Upaya untuk segera kembali ke divisi utama justru berujung bencana yang lebih dalam bagi manajemen klub. Alih-alih mendapatkan tiket promosi, mereka justru terlempar ke level yang lebih rendah setelah satu musim berkompetisi di Championship.