Bioskop Indonesia resmi menghadirkan film drama komedi asal Korea Selatan bertajuk Method Acting pada 22 Mei 2026. Seperti dilansir dari Suara, karya sutradara Lee Ki Hyuk ini menawarkan premis unik mengenai sisi lain kehidupan seorang aktor.
Aktor ternama Lee Dong Hwi didapuk sebagai pemeran utama yang memerankan karakter dengan nama yang sama dengan dirinya. Keputusan ini memberikan sentuhan meta yang membuat alur penceritaan terasa lebih personal bagi penonton.
Narasi film ini mengeksplorasi upaya keras seorang aktor dalam meruntuhkan stigma peran komedi yang telah lama melekat pada dirinya. Lee Dong Hwi dikisahkan merasa terjebak dalam satu jenis karakter sepanjang perjalanan kariernya.
Peluang besar datang saat karakter Lee Dong Hwi mendapatkan tawaran untuk memerankan sosok raja yang mengidap anoreksia. Peran ini menjadi tantangan fisik dan mental yang sangat kontras dengan kepribadian jenaka yang biasa ia tunjukkan.
Namun, transisi menuju peran serius tersebut tidak berjalan mulus karena ia mengalami kendala besar dalam mendalami karakter. Situasi ini bahkan sempat memicu ketegangan di lokasi syuting dan membuat para kru produksi merasa kewalahan.
Dinamika cerita semakin kompleks dengan munculnya sang saudara laki-laki yang bekerja sebagai figuran di proyek yang sama. Kehadirannya justru mulai mencuri perhatian, sehingga menambah tekanan bagi Lee Dong Hwi untuk membuktikan kapasitas aktingnya.
Daftar Pemain dan Pemeran Pendukung
Selain penampilan utama Lee Dong Hwi, film ini diperkuat oleh kehadiran Chani yang memerankan tokoh Jung Tae Min. Keterlibatannya memberikan warna baru dalam pengembangan konflik emosional di dalam industri hiburan.
Sederet nama aktor berpengalaman turut melengkapi jajaran pemain, di antaranya Yoon Kyung Ho dan Gong Min Jung. Kehadiran mereka memperkaya interaksi antar tokoh yang menghidupkan suasana di balik layar produksi film.
Aktor lain seperti Kim Geum Soon dan Yoon Byung Hee juga memberikan kontribusi signifikan dalam membangun dinamika cerita. Method Acting tidak hanya menyuguhkan komedi, tetapi juga merefleksikan tekanan besar yang dihadapi para aktor untuk terus bertransformasi.