Barcelona terancam kehilangan Lamine Yamal hingga penghujung musim 2025/2026 setelah sang pemain mengalami cedera hamstring parah. Insiden ini terjadi usai penyerang sayap berusia 18 tahun tersebut mencetak gol kemenangan timnya atas Celta Vigo pada Kamis (23/4/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tipis 1-0 melalui eksekusi penalti tersebut sebenarnya memperkokoh posisi El Barca di puncak klasemen LaLiga dengan keunggulan sembilan poin dari Real Madrid. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilansir dari Detik Sport, kerusakan otot yang dialami Yamal memaksa dirinya menepi dalam waktu lama.
Tim medis memprediksi penggawa tim nasional Spanyol tersebut baru bisa kembali merumput saat gelaran Piala Dunia 2026 dimulai. Kehilangan ini menjadi pukulan telak mengingat kontribusi masif Yamal yang telah membukukan 24 gol dan 18 assist dari total 42 pertandingan di semua kompetisi sepanjang musim ini.
Kondisi tersebut membuat Barcelona harus berjuang mempertahankan takhta klasemen dalam enam pertandingan tersisa tanpa kehadiran pilar utamanya. Gavi selaku rekan setim mengungkapkan bahwa kabar ini meruntuhkan moral ruang ganti, terutama bagi Yamal yang merasa kecewa karena harus absen di periode krusial perburuan gelar juara.
Gavi memberikan penegasan mengenai betapa pentingnya peran Yamal dalam skema permainan Blaugrana saat ini. Ia mengakui bahwa seluruh anggota tim merasa kehilangan sosok yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di skuad tersebut.
"Dia yang terbaik, dan tentu saja ini pukulan berat bagi kami karena dia pemain yang sangat penting dan kami membutuhkannya. Dia marah di ruang ganti karena dia mengerti betapa pentingnya dia bagi kami. Saya tidak tahu berapa lama dia akan absen, tetapi saya harap sesingkat mungkin karena kami membutuhkannya," ujar Gavi.
Meskipun Gavi menaruh harapan besar agar pemulihan rekan setimnya itu berjalan lebih cepat dari perkiraan semula, situasi medis saat ini menunjukkan kemungkinan kecil bagi Yamal untuk kembali dalam waktu dekat. Fokus utama tim kini beralih pada upaya menjaga konsistensi permainan tanpa kehadiran talenta muda tersebut.