Gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga menerima kartu merah dari wasit Slavko Vincic saat bertandang ke markas Bayern Munchen pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025-2026, Kamis (16/4/2026) dini hari. Pengusiran tersebut memicu kritik dari mantan wasit FIFA Alfonso Perez Burrull.
Insiden bermula ketika Camavinga melakukan tekel terhadap Harry Kane pada menit ke-86. Namun, sebagaimana dilansir dari Bola, Vincic memberikan kartu kuning kedua karena menilai pemain asal Prancis itu sengaja menahan bola terlalu lama untuk menunda dimulainya kembali permainan.
Kritik tajam disampaikan oleh Burrull yang menganggap tindakan wasit asal Slovenia tersebut terlalu berlebihan. Ia menyoroti durasi Camavinga memegang bola yang dianggap tidak signifikan untuk dihukum dengan kartu merah pada momen krusial pertandingan.
"Sangat tidak proporsional untuk mengusir pemain karena tindakan seperti itu. Dia hanya menahan bola selama 3 detik," ucap Burrull.
Burrull menambahkan bahwa seorang pengadil lapangan seharusnya mempertimbangkan kondisi psikologis tim dan urgensi pertandingan sebelum mengambil keputusan drastis. Ia menilai dampak dari tindakan Camavinga tidak merugikan jalannya laga secara keseluruhan.
"Dan wasit perlu lebih seimbang mengingat apa yang dipertaruhkan bagi tim dan, yang terpenting, dampaknya pada permainan. Ini hampir merupakan penyalahgunaan wewenang," tutur Burrull.
Kehilangan satu pemain di menit-menit akhir memberikan dampak negatif pada konsentrasi skuat Los Blancos yang saat itu sedang memimpin 3-2. Bayern Munchen berhasil memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak dua gol tambahan melalui Luis Diaz dan Michael Olise.
Kekalahan 4-3 di Allianz Arena tersebut memastikan langkah Real Madrid terhenti di babak perempat final. Hasil ini membuat Bayern Munchen berhak melaju ke semifinal Liga Champions 2025-2026 setelah unggul dengan agregat skor 6-4.