Pencipta waralaba Mobile Suit Gundam, Yoshiyuki Tomino, menyampaikan kritik keras terhadap situasi politik di Jepang serta perilaku para penggemar anime bergenre mecha tersebut. Pernyataan kontroversial pria berusia 84 tahun ini muncul dalam wawancara terbaru yang menyoroti ketidakpuasannya terhadap pejabat pemerintah pilihan rakyat pada Jumat (24/4), dilansir dari Detikcom.
Tomino menarik perbandingan antara kondisi politik Jepang saat ini dengan sejarah kelam rezim otoriter di masa lalu. Ia menilai ada persoalan serius dalam cara masyarakat memilih pemimpin yang nantinya menjalankan roda pemerintahan.
"Bahkan tanpa melihat contoh seperti Nazi Jerman, rezim otoriter sering kali ditentukan melalui pemilihan umum. Itulah yang terjadi di Jepang saat ini. Sekelompok orang bodoh benar-benar merepotkan," ungkap Yoshiyuki Tomino.
Kekecewaan Tomino tidak hanya berhenti pada elit politik, tetapi juga menyasar komunitas penggemar atau otaku yang menggemari karyanya. Menurutnya, banyak penonton yang gagal menangkap esensi pesan anti-perang yang ia tanamkan dalam narasi Gundam sejak pertama kali diperkenalkan.
"Bahkan di antara penggemar Gundam, ada banyak orang yang komentarnya jauh dari pemikiran anti-perang. Mereka tetap berada pada level sekadar menikmati pola pikir otaku militer, dan pada akhirnya, mungkin tidak ada hal penting yang disampaikan kepada mereka. Apa yang Anda dengar dari (penggemar Gundam) adalah 'pertempuran mobile suit itu keren'," ujar Yoshiyuki Tomino.
Sutradara legendaris tersebut menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga stabilitas negara. Ia menolak pemikiran bahwa tanggung jawab besar dalam sebuah bangsa hanya dibebankan kepada individu tertentu saja tanpa adanya pemikiran serius dari rakyatnya.
"Dalam politik, tidak ada orang yang mudah diajak kerja sama untuk 'menyerahkan segalanya.' Kita semua tidak punya pilihan selain berpikir serius. Saya ingin Jepang mengambil tindakan menuju perdamaian dunia," kata Yoshiyuki Tomino.
Karya Tomino sendiri berlatar pada konflik antara Federasi Bumi dan Kerajaan Zeon yang penuh dengan intrik politik dan tragedi. Meskipun konfrontasi orisinal tersebut telah usai, warisan narasinya terus berlanjut melalui karakter seperti Noa Hathaway yang dianggap sebagai penerus spiritual para tokoh terdahulu.
Rangkaian kisah ini akan berlanjut melalui film Mobile Suit Gundam Hathaway's Flash: The Sorcery of Nymph Circe. Sinema tersebut dijadwalkan mulai tayang di bioskop Amerika Utara pada 15 Mei mendatang.